Blitar
Truk Terguling, Dua Penumpang Tewas di Lokasi Kejadian
"Kejadiannya sangat cepat, sehingga nggak sempat menyelamatkan diri. Tanpa ada tanda-tanda, kalau truk terguling, tiba-tiba kami langsung terlempar,"
Penulis: Imam Taufiq | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Truk bermuatan tebu seberat 10 ton, terguling saat melintas di jalan tanjakan yang ada di Dusun Sidorejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Kamis (15/9/2016) petang.
Diduga truk nopol AG 9102 US yang dikemudikan Hamzah (45) itu kelebihan muatan, ditambah ban belakang sebelah kiri terjerembab jalan berlubang, sehingga kehilangan keseimbangan.
Akibat kejadian ini, dua orang tewas karena saat kejadian itu mereka menumpang di atas bak truk yang bercampur dengan muatan tebu.
Sedang, dua orang lainnya hanya mengalami luka-luka lecet, dan delapan orang lainnya, termasuk sopirnya, tak terluka sama sekali.
Dua korban tewas itu adalah Hardianto (19), dan Mujiono (46), keduanya warga Dusun Ringinrejo, Desa Kaligrenjeng, Kecamatan Wonotirto. Mereka tewas di TKP karena kakinya tertindih bak truk dan tubuhnya tertimbun tebu.
"Saat kejadian itu, kedua korban bersama sembilan temannya menumpang truk itu," kata AKP Eko Iskandar, Kasat Lantas Polres Blitar, Jumat (16/9/2016).
Sementara, dua korban luka adalah Suparji (46), dan Soni Irawan (25). Mereka mengalami luka lecet-lecet pada dadanya, kaki karena terkena reruntuhan tebu. Sedang, tujuh penumpang lainnya selamat, bahkan tak terluka sama sekali. Seperti siswanto (23), Sugeng irawan (23), Prayitno (28).
"Mereka tak sampai tertimpa reruntuhan tebu, melainkan hanya terlempar dari bak truk," ungkapnya.
Menurut Eko, kecelakaan itu terjadi pukul 19.00 WIB. Meski truknya terguling dan tebunya berhampuran, hingga menutupi jalan, namun tak sampai mengganggu arus lalu lintas. Sebab, lokasi kecelakaan itu berada di jalan sepi atau di jalan desa yang menuju ke tegalan.
Kecelakan sendiri bermula dari sopir truk itu mendapatkan order mengangkut tebu, yang baru dipanen. Rencananya, malam itu tebu itu langsung disetorkan ke Pabrik Tebu Kebonagung, di Kabupaten Malang.
Namun, saat akan meninggalkan tegalan, 11 orang yang tak lain buruh tebang tebu itu menumpang, untuk pulang. Mereka semua itu berasal dari satu desa, termasuk sopirnya. Yakni, asal Desa Kaligrenjeng.
Karena mereka berjumlah 11 orang, sehingga semuanya duduk di atas tumpukan tebu saat menumpang truk itu."
Saat meninggalkan tegalan, truk melaju lancar-lancar saja. Namun, sekitar 300 meter meninggalkan tegalan, truk itu mengalami kecelakaan saat melewati jalan tanjakan, yang masih makadam," paparnya.
Dugaan petugas, kecelakaan itu karena diperkirakan truk itu kelebihan muatan, ditambah ban belakang sebelah kiri terjerembab jalan berlubang. Akibatnnya, truk itu kehilangan keseimbangan dan langsung terguling ke kiri atau ke tegalan. Begitu truk itu terguling, 11 penumpangnya, yang ada di atas tebu itu langsung terlempar.
"Kejadiannya sangat cepat, sehingga nggak sempat menyelamatkan diri. Tanpa ada tanda-tanda, kalau truk itu akan terguling, tiba-tiba kami langsung terlempar. Ditambah jalannya gelap karena berada di jalan tegalan, sehingga kami nggak bisa menyelamatkan satu sama lainnya," tutur Supardi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/korban-truk-blitar_20160916_170739.jpg)