Malang Raya
Pencarian Korban Hanyut di Pantai Rantai Wulung, Malang,Terkendala Cuaca
“Jika ada benda yang mencurigakan, tim akan saling kontak untuk memastikan. Tapi sejauh ini belum ditemukan,”
Penulis: David Yohanes | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BANTUR - Pencarian Dani Oktafianto (30) dan Tedi Wahyu Febrianto (22) yang terseret ombak Pantai Rantai Wulung, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang terkendala kondisi alam. Tim SAR tidak bisa menggunakan perahu untuk melakukan penyisiran di wilayah perairan.
Menurut Kapolsek Bantur, AKP Yatmo, ombak saat ini mencapai empat meter hingga lima meter. Kondisi tersebut sangat berbahaya, jika memaksakan pencarian dengan perahu. Apalagi hujan juga turun di lokasi pencarian.
“Tidak ada perahu yang berani turun ke laut. Kondisinya sangat berbahaya, bisa jatuh korban baru kalau dipaksakan,” tutur Yatmo, Jumat (23/9/2016).
Karena itu, proses pencarian fokus melalui darat. Tim SAR melakukan penyisiran lewat pemantauan pandangan mata. Mereka menyisir sepanjang pantau, sambil melihat setiap benda yang terapung di laut.
“Jika ada benda yang mencurigakan, tim akan saling kontak untuk memastikan. Tapi sejauh ini belum ditemukan,” tambah Yatmo.
Proses pencarian melibatkan 50 personil. Namun jumlah mereka terus berubah secara dinamis. Sebab ada personil baru yang berdatangan, untuk menggantikan personil yang sudah kelelahan.
“Yang kita apelkan (upacara) tadi pagi sebanyak 50 orang. Tapi kan terus bergantian, yang lama beristirahat digantikan sama personil yang baru. Begitu seterusnya,” tutur Yatmo.
Yatmo berharap, kondisi bisa mendukung proses pencarian korban. Dengan demikian proses pencarian Dani dan Tedi bisa dilaksanaan secara maksimal. Termasuk menggunakan kapal.
dijerat pasal berlapis, yaitu pasal penganiayaan dan undang-undang darurat, karena membawa senjata tajam.
Kamis (22/9/2016) Dani dan Tedi tengah memancing di Pantai Rantai Wulung. Saat itu dua kakak beradik ini bersama ayahnya, Didik Junianto (55) dan adiknya, Galuh Septiadi Wijaya (15). Saat tengah memancing. Ombak besar menerjang mereka.
Dani dan Tedi terjatuh ke laut, bersama berlalunya ombak. Mengetahui Dani dan Tedi dalam bahaya, Didik sempat melempatkan balok kayu ke arah keduanya. Kedua korban dikabarkan berhasil berpegangan pada balok tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ombak-pantai-selatan.jpg)