Malang Raya
Ribuan Jemaat Iringi Pemakaman Uskup Pandoyo di Malang
Kepergian Uskup Pandoyo pun diselimuti rasa duka mendalam bagi para jemaat.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ribuan jemaat dari berbagai daerah datang ke Pemakaman Kristen Sukun Malang untuk mengantar kepergian Uskup Emeritus Keuskupan Malang Mgr Herman Josef Sahadat Pandoyoputro O Carm, Senin (26/9/2016) siang.
Kepergian Uskup Pandoyo pun diselimuti rasa duka mendalam bagi para jemaat.
Menjelang proses pemakaman, di pinggir jalan menuju makam sudah dipenuhi oleh para anak-anak dan beberapa orang dewasa. Tangan mereka memegang sebuah bendera untuk menyampaikan rasa bela sungkawa.
Dari wajah mereka, kesedihan tampak muncul. Selain dari Kota Malang, jemaat yang hadir juga berasal hingga Banyuwangi.
Uskup Pandoyo meninggal setelah sakit, Kamis (23/9/2016) di rumah sakit di Malang sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah itu, ia disemayamkan di Gereja Katedral Ijen hingga proses pemakaman. Suasana pemakaman pun berlangsung hikmat. Saat proses pemakaman, beberapa orang penting menyampaikan pandangannya tentang Uskup Pandoyo.
Uskup Malang Mgr Henricus Pidyarto Gunawan O Carm, menyebut, kedatangan para jemaat dan berbagai pihak lain ke pemakaman adalah sebuah kehormatan. Selain para jemaat, hadir juga dalam pemakaman itu Wali Kota Malang M Anton.
“Saya ucapkan terima kasih bagi pihak-pihak yang hadir,” katanya.
Kepergiaan Uskup Pandoyo, kata dia, meninggalkan rasa sedih bagi umat. Ia meminta kesedihan tiu tak berlarut. Uskup Pidyarto ingin para jemaat tidak terus bersedih. Dia berharap jemaat dan umat bisa menghidupkan kembali semangat yang selama ini ada pada diri Uskup Pandoyo.
Kedatangan para jemaat, imam, keluarga, dan hadirin diapresisi tinggi oleh Uskup Pidyarto. Ia menganggap hal itu sebagai penghargaan. Ia juga berharap, antara pihaknya dan pemerintah kota bsia terus bersinergi dan bekerja sama dalam membangun kota.
Selama pengabdiannya, Uskup Pandoyo memberi perhatian pada organisasi kepemudaan. Banyak organisasi yang dampingi selama masa itu. antara lain, Pastoral Pelajar, Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI, dan Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia.
Uskup Pandoyo lahir di Semarang 23 April 1939. Ia menjabat sebagai uskupemeritus keuskupan Malang sejak 1989 hingga 2016. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Hubungan Antara Agama dan Kepercayaan dalam Konferensi Waligereja Indonesia mulai 2009 hingga 2012.
Sepanjang hidupnya, dia juga karmelit yang memiliki ketertarikan pada isu-isu keagamaan, khususnya di keuskupan Malang.
Pemkot pun menyampaikan rasa duka dalam pemakaman itu. Anton bilang, Uskup Pandoyo adalah salah satu orang yang banyak memberi dampak baik bagi warga lain. Anton pun turun menyampaikan permohonan maaf bagi Uskup kepada warga kota yang hadir di sana. Ia berharap, kepergian Uskup Pandoyo bakal meninggalkan jejak baik bagi para umat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jamaat_20160926_202304.jpg)