Selasa, 9 Juni 2026

Kabupaten Malang

Selain untuk Memasok MBG, Perusahaan Perikanan di Kabupaten Malang Siap Tembus Pasar Dunia

PT Akademi Laut Selatan (ALS) yang berbasis di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, kini bersiap melebarkan sayapnya ke pasar dunia

Tayang:
Penulis: Purwanto | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
PERIKANAN - Aktivitas pekerja di gudang pendingin PT Akademi Laut Selatan (ALS), Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (18/4/2026). Gudang pendingin berkapasitas 250 ton tersebut mengolah sekitar 100 ton ikan per bulan menjadi fillet, ikan beku, dan produk siap konsumsi yang bersumber dari nelayan mitra di berbagai daerah sebagai bagian dari rantai pasokan perikanan, kemudian dipasarkan ke pasar lokal dan nasional serta diekspor ke Vietnam, China, dan Brunei Darussalam, sekaligus untuk memasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Ringkasan Berita:
  • PT Akademi Laut Selatan (ALS), sebuah Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang berbasis di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, kini bersiap melebarkan sayapnya ke pasar internasional
  • Meski usianya baru akan menginjak dua tahun pada Juni 2026 mendatang, PT ALS sudah menunjukkan taji dengan mengantongi modal kuat untuk ekspor
  • Keseriusan PT ALS untuk merambah pasar luar negeri dibuktikan dengan diraihnya sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Sektor perikanan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kini sedang naik daun di kancah lokal dan internasional.

PT Akademi Laut Selatan (ALS), sebuah Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang berbasis di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, kini bersiap melebarkan sayapnya ke pasar internasional.

Meski usianya baru akan menginjak dua tahun pada Juni 2026 mendatang, PT ALS sudah menunjukkan taji dengan mengantongi modal kuat untuk ekspor.

Keseriusan PT ALS untuk merambah pasar luar negeri dibuktikan dengan diraihnya sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Penanggung Jawab Produksi PT ALS, Fairuz Abadi, menjelaskan bahwa sertifikat ini adalah 'paspor' wajib untuk menjamin keamanan pangan di level global.

"Untuk menembus pasar ekspor, sertifikat HACCP membuktikan bahwa kami telah menerapkan sistem manajemen risiko sebagaimana disyaratkan oleh pemerintah," ungkap pria yang akrab disapa Adi itu kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (18/4/2026).

Baca juga: Tekan Kemacetan, Akses Jembatan Menuju Wisata Mikutopia Kota Batu Diperlebar, Proyek 24 Jam Nonstop

Hingga saat ini, PT ALS telah memiliki empat kategori sertifikat HACCP, yakni untuk ikan di golongan pelagis (sebangsa tuna, cakalang, tongkol, dan lainnya), demersal (layur), lobster beku dan lobster boil (frozen cook lobster).

Menariknya, PT ALS mencatatkan sejarah baru. Di Kabupaten Malang, mereka adalah perusahaan perikanan tangkap pertama yang memiliki izin ekspor.

Bahkan untuk produk Lobster Boil, PT ALS menjadi pionir di Jawa Timur yang bisa melakukan ekspor langsung.

Target pasar PT ALS tidak main-main, sejumlah negara di Asia kini tengah dalam tahap penjajakan serius untuk menjadi tujuan pengiriman hasil laut dari Malang Selatan.

Direktur PT ALS, Neny F, merinci beberapa permintaan yang sudah masuk ke mejanya seperti Jepang, China, Vietnam, Brunei Darussalam.

"Ada sejumlah permintaan seperti Jepang yang meminta pasokan Lobster Boil, China terarik Ikan Layur, Vietnam ikan Lemadang atau Mahi-mahi, Brunei Darussalam Ikan Kembung," terang Neny sapaan akrabnya kepada SURYAMALANG.COM.

Baca juga: Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Naik Drastis di Malang, Antrean Justru Menumpuk di Jalur Pertalite

Selama ini, ada sebuah ironi di balik melimpahnya hasil laut Malang Selatan.

Banyak ikan dari wilayah tersebut yang diekspor menggunakan dokumen dari daerah lain, seperti Surabaya, Banyuwangi, hingga Rembang.

Neny berharap, dengan adanya PT ALS, rantai birokrasi tersebut bisa dipangkas sehingga ekspor bisa dilakukan langsung dari Bumi Kanjuruhan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved