Selasa, 14 April 2026

Malang Raya

Sandal Spons Bikinan Warga Singosari Malang Tembus Pasar Kalimantan, Bali, dan Lombok

“Tergantung permintaan dari yang pesan. Harganya juga tergantung dari bahan. Kalau bahannya bagus, ya harganya naik. Tapi akhir-akhir ini naik terus"

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Suasana rumah pembuatan Sandal Spons di Desa Sumberawan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - Heri Purwanto (23) sibuk menyelesaikan garapan pembuatan sandal spons. Tangan kananya terlihat mengenakan sarung tangan tebal.

Saat itu Heri sedang menggarap pembuatan sandal spons bagian matres atau mencetak alas sandal.

Besi yang sudah membentuk sandal sebelum ditaruh pada alas sandal, terlebih dahulu besi satu pasang ini ia panaskan pada api. Oleh karena itu, ia memakai sarung tangan tebal agar tidak mencederai tangannya saat bekerja.

Saat didatangi SURYAMALANG.COM, Rabu (28/9/2016), satu dari produksi rumah pembuatan Sandal Spons di Desa Sumberawan, Kelurahan Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, ada enam pegawai yang membuat sandal spons.

Masing-masing memiliki bagian berbeda. Mulai dari proses awal, yakni ngeplong, mencetak, melapisi, matres, hingga menghaluskan. Setiap harinya, mereka melakukan aktivitas yang sama. Namun, ternyata harga sandal spons ini semakin naik setiap periode.

Mereka menjualnya ke sekitaran Malang Raya, bahkan ke luar daerah seperti Kalimantan, Bali, Mataram Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Mereka menjual dalam porsi yang sudah ditentukan, sehingga jarang jika ada yang membeli eceran di pabrik langsung. Pasalnya, mereka membuat sudah dalam jumlah kodi. Dalam seminggu bisa mengirim sebanyak 200 kodi.

“Tergantung permintaan dari yang pesan. Harganya juga tergantung dari bahan. Kalau bahannya bagus, ya harganya naik. Tapi akhir-akhir ini naik terus harganya,” tutur Heri disela-sela kerjaannya.

Ia menunjukkan harga sandal per kodinya, yakni sandal spons jenis gunung perkodi dijual dengan harga Rp 400 ribu. lalu sandal spons selop lapis Rp 150 ribu.

Sandal spons cowok Rp 150 ribu yang sebelumnya Rp 140 ribu. Kenaikan ini juga dilihat dari banyaknya permintaan. Dikatakannya kalau permintaan banyak kemungkinan harganya juga naik.

“Paling ramai pesanan dan banyak membuat sandal ini bulan Januari sampai pertengahan bulan,” imbuh dia.

Selain itu kendala yang mereka hadapi juga beragam, seperti terkendala pengiriman bahan spons dari Surabaya yang kadang terlambat.

Serta ketika saat memasuki musim haji, banyak pegawai yang mengerjakan pekerjaan pembuatan sandal ini absen. Sehingga tiga bagian proses pembuatan sandal spons digarap oleh satu orang.

Hal itu juga yang membuat kadang tiga hari bisa menghasilkan 100 lebih pasang, bisa berkurang.

Sandalnya juga bermacam-macam jenis. Seperti bludru, sandal spons japit, sandal spons semi strip hitam, sandal spons gunung, sandal spons hak tinggi sekitar 5 cm, dan masih banyak lagi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved