Jumat, 24 April 2026

Malang Raya

BREAKING NEWS - Pendaki Gunung Semeru Asal Jakarta Meninggal

"Kami sudah kabari keluarganya, dan tadi sudah ada serah terima jenazah ke keluarganya. Pendaki ini sakit tetapi tetap mendaki,"

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Dyan Rekohadi
Suasana pendakian yang ramai di lereng Mahameru, di area batas vegetasi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kabar meninggalnya pendaki Gunung Semeru (3.676 Mdpl) kembali tersiar. Chandra Hasan (33) warga Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, meninggal dunia dalam pendakian ke Semeru, Senin (3/10/2016).

Jenazah Hasan sudah dievakuasi. Keluarga juga sudah mengambilnya di RSUD Lumajang, Selasa (4/10/2016).

"Kami sudah kabari keluarganya, dan tadi sudah ada serah terima jenazah ke keluarganya. Pendaki ini sakit tetapi tetap mendaki," ujar Kepala Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Antong Hartadi kepada Surya, Selasa (4/10/2016).

Meninggalnya pendaki ini, menjadi kasus kedua dalam waktu kurang dari tiga pekan. Pada 14 September lalu, seorang pendaki Semeru asal Pekalongan, Jawa Tengah, juga meninggal dunia karena sakit.

"Karena itu kami menghimbau, adanya kesadaran sendiri dari pendaki. Kalau memang sakit, atau memiliki riwayat sakit, sebaiknya tidak mendaki.

Atau jujur kepada dokter atau pemeriksa kesehatan, kalau memang sakit atau memiliki riwayat penyakit. Sebab, di Pos Ranupani kami hanya memeriksa surat keterangan dokternya. Kalau memang dinyatakan sehat, kami mengizinkan," tegas Antong.

Untuk mendaki Semeru, petugas menyaratkan adanya surat keterangan sehat. Jika pendaki menunjukkan surat sehat, logikanya pendaki itu dalam keadaan sehat.

Selain memeriksa surat keterangan sehat, petugas juga memeriksa barang bawaan dan bekal pendaki selama pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Chandra Hasan yang mendaki bersama tiga orang rekannya menunjukkan surat keterangan sehat di Pos Ranupani.

Petugas menyatakan persyaratan pendakian mereka sudah terpenuhi. Mereka pun berangkat mendaki pukul 14.15 Wib, MInggu (4/10/2016).

Sekitar pukul 15.45 Wib, rombongan berhenti istirahat di sekitar Blok Landengan Dowo sebelum shelter 1. Rombongan itu kemudian memuturkan menjadi dua kelompok.

Dua orang berjalan terlebih dahulu, dan dua lainnya berjalan belakangan. Dua orang yang berjalan belakangan salah satunya Chandra.

Pada saat korban berjalan dua langkah, Chandra meminta kepada rekannya untuk menunggu dan ia kembali beristirahat dengan posisi duduk di batang kayu.

Ketika duduk itulah, dia tak sadarkan diri. Teman seperjalanannya langsung memanggil dua rekannya yang sudah berjalan sekitar 50 meter di depan mereka.

Selanjutnya secara bersama-sama, mereka memeriksa denyut nadi baik pada tangan dan dada Chandra. Para pendaki itu tidak menemukan denyut nadi di tangan dan dada, tetapi masih merasakan denyut di leher. Mereka pun menyelimuti Chandra memakai slleping bag.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved