Malang Raya

Sekolah Rujukan-di Kota Malang Tidak Beda Jauh Dalam Pembelajaran

"Di Kota Malang tidak seperti yang dibayangkan pemerintah pusat, yaitu begitu jauh antara sekolah rujukan dan imbas,"

SURYAMALANG.COM//Sylvianita Widyawati
Suasana sosialisasi sekolah rujukan di SMAN 4 Kota Malang, Selasa sore (4/10/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - SMAN 4 Kota Malang sebagai SMA rujukan melakukan sosialisasi ke sekolah imbas di aula sekolah, Selasa sore (4/10/2016). Sekolah imbasnya ada enam SMA swasta dan negeri.

Meliputi SMA Taman Madya, SMA Taman Harapan, SMAN 6, SMA Shalahudin, SMA Lab UM dan SMA Arjuna.

Budi Prasetyo Utomo, Kepala SMAN 4 Kota Malang menyatakan di Kota Malang, sekolah rujukan dan sekolah imbas tidak berbeda jauh dalam pelaksanaan pembelajarannya.

"Di Kota Malang tidak seperti yang dibayangkan pemerintah pusat, yaitu begitu jauh antara sekolah rujukan dan imbas. Namun di sini tidak ada perbedaan yang terlalu jauh," kata Budi.

Karena itu, ia mengharapkan antara sekolah rujukan dan imbas bisa saling berbagi. Mana yang terbaik di masing-masing sekolah bisa dibagikan. Sehingga semua akan maju dan hebat bersama. "Apapun ilmu yang dimiliki, mari iklas memberikan," ujar Budi.

Ia menjelaskan, sebelum menjadi sekolah rujukan, SMAN 4 adalah sekolah model. Selama setahun dipantau. Setelah itu, sekolah bisa melanjutkan menjadi sekolah
rujukan.

Untuk itu ada syarat-syarat yang harus dilalui, yaitu memenuhi SNP (Standar Nasional Pendidikan), menjadi favorit masyarakat setempat karena memiliki prestasi akademisnya dll.

"Tapi saya yakin di sekolah imbas punya hal-hal yang lebih dari sekolah lain. Maka berbagilah. Sehingga sekolah-sekolah di Kota Malang bisa menjadi sekolah rujukan," paparnya.

Di Kota Malang, ada enam sekolah rujukan pada jenjang SMA.

Usai sosialisasi, pada hari-hari berikutnya akan dilaksanakan workshop dengan materi penumbuhan budi pekerti, pelaksanaan pengembangan kewirausahaan, penggunaan soal berbasis aplikasi moddle.

Kemudian analisis silabus dan pengembangan RPP, pelaksanaan pengembangan muatan lokal, implementasi e raport, sosialisasi budidaya anggrek, pengolahan limbah dan pengembangan literasi dalam bulan bahasa.

Zubaidah, Kadindik Kota Malang menyatakan kepala SMAN 4 dan timnya harus memantau sekolah imbasnya. "Masing-masing harus yakin tidak untuk dirinya sendiri," kata Zubaidah.

Di akhir kegiatan, sekolah rujukan wajib membuat pameran pendidikan yang akan diadakan di tempat keramaian. Direncanakan akan dilaksanakan pada 30 Oktober 2016. Setelah itu, semua kegiatan harus dilaporkan pada November 2016.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved