Kamis, 7 Mei 2026

Malang Raya

Pedagang Alat Pertanian di Kota Malang Belum Pernah Dengar Cangkul Impor

Para sales yang menitipkan alat peratanian kepadanya pun tidak pernah menyinggung soal cangkul impor tersebut.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
google
Ilustrasi cangkul. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG – Heboh cangkul impor asal Tiongkok beberapa waktu lalu ternyata tidak sampai ke telinga pedagang alat pertanian. Sejumlah pedagang alat pertanian di Kota Malang belum tahu soal kabar tersebut.

Seperti yang dikemukakan Suprapto. Pedagang alat pertanian di Jalan Ki Ageng Gribig ini mengaku belum pernah mendengar kabar tersebut.

“Saya juga belum pernah tahu. Cangkul yang saya jual ini buatan Malang, seperti Wajak dan Tumpang,” ujar Suprapto, Sabtu (12/11/2016).

Para sales yang menitipkan alat peratanian kepadanya pun tidak pernah menyinggung soal cangkul impor tersebut. Suprapto menjual cangkul berkisar antara Rp 30.000-100.000.

“Cangkul yang paling murah adalah cangkul cor. Bahannya campuran. Kalau cangkul baja buatan di atas Rp 50.000,” imbuhnya.

“Belum dengar kabar itu. Warga tetap mencari cangkul buatan pande besi,” kata Mulyadi, pembuat alat pertanian.

Mulyadi tidak hanya membuat cangkul. Ia juga membuat sabit. Ada konsumen yang datang membeli cangkul.

“Biasanya orang memperbaiki cangkul. Cangkul yang dibeli dianggao kurang kuat sehingga ditempa di sini,” tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved