Breaking News:

Malang Raya

Kasihan, Usai Diamputasi Kakinya, Aldi Bocah Kota Malang Histeris, Butuh Pendampingan Psikiater

Bocah itu masih belum bisa menerima kondisinya. Ia menangis kencang sambil mencari kakinya, saat mengetahui kakinya sudah diamputasi

IST
Setyo Aldi di Ruang Perawatan Kritis IGD RSSA, Sabtu (12/11/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tim psikiater akan mendampingi Setiyo Aldi (12), bocah asal Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang baru saja menjalani operasi pemotongan kaki di RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Direktur RSSA dr restu Kurnia mengatakan, operasi amputasi kaki kiri Aldi melibatkan dua tim dokter.

"Dua tim dokter yang melakukan operasi, yakni vaskular dan orthopedi. Operasi berjalan lancar," ujar Restu ketika dihubungi Minggu (13/11/2016).

Dua tim ini terlibat operasi yang dimulai sejak pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, Sabtu (12/11/2016). Dan setelah operasi berhasil, tim psikiater akan mendampingi Aldi. Tim psikiater akan mendampingi hingga kondisi Aldi pulih dan bisa menerima keadaannya.

"Setelah operasi, ada tim psikiater yang mendampingi pasien hingga pulih," lanjutnya.

Sementara itu, Aldi kini dirawat di Ruang 17 Kamar 4. Bocah itu masih belum bisa menerima kondisinya. Ia menangis kencang sambil mencari kakinya, saat mengetahui kakinya sudah diamputasi. Dia juga terlihat meronta di tempat tidurnya.

Ia berbicara tidak jelas, sambil menangis histeris. Ayahnya, Slamet berusaha menenangkan bocah yang bersekolah di MI Miftahul Ulum Kecamatan Kedungkandang itu. Ia mengajak anaknya untuk membaca istighfar. Aldi sendiri berusaha melihat ke arah kakinya yang tertutup selimut.

Slamet menuturkan operasi anaknya berjalan lancar. "Ia menangis, juga meronta ketika menyadari kakinya sudah tidak ada," ujar Slamet.

Ia berharap segera ada bantuan kaki palsu untuk anaknya. Ia menuturkan anggota DPRD Kota Malang akan mengupayakan bantuan kaki palsu untuk Aldi.

Lebih lanjut, ia juga berharap ada bantuan pendampingan psikologis bagi Aldi. "Pendampingan psikologis, juga kaki palsu. Supaya anak saya bisa sekolah lagi. Dia juga ingin segera mengaji," imbuhnya.

Jika kondisi anaknya terus membaik, anaknya akan segera mengejar ketertinggalan sekolahnya. Maklum, sejak kaki Aldi membusuk selama beberapa bulan terakhir, ia tidak bisa sekolah.

Kaki kiri Aldi membusuk dan mengering setelah menjalani dua kali operasi di RSSA. Operasi dilakukan setelah kakinya terluka akibat tertimpa sepeda motor pada Juni 2016.

Setelah dua kali operasi, dokter RSSA menyarankan agar kaki kiri Aldi diamputasi. Sebab terjadi kerusakan jaringan pembuluh darah di kaki itu. Dokter mendiagnosa jika tidak dipotong, kakinya akan membusuk karena tidak ada pasokan darah ke area tersebut.

Keluarga ketika itu tidak mau kaki ALdi dipotong. Namun setelah beberapa bulan, akhirnya keluarga mengizinkan kaki bocah itu diamputasi.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved