Jumat, 17 April 2026

Jendela Dunia

Pria Ini Rela Berhenti Jadi Sopir Agar Bisa Gendong Anaknya ke Sekolah

Ngu Ee Kiong (59) memutuskan berhenti dari pekerjaanya sebagai sopir di sebuah perusahaan kayu sekitar 20 tahun lalu.

Editor: Zainuddin
Tribunjateng.com

SURYAMALANG.COM - Dilansir dari Straittimes, Ngu Ee Kiong (59) memutuskan berhenti dari pekerjaanya sebagai sopir di sebuah perusahaan kayu sekitar 20 tahun lalu.

Alasan pria tersebut berhenti bekerja adalah demi putri yang amat dicintainya. Keluarga Ngu Ee Kiong tinggal di Kota Samarahan, Sarawak, Malaysia. Putrinya, Nyok Ping (28), merupakan penderita kelainan Spinal Muscular Atrophy.

gendong anak ke sekolah-1

Kelainan yang diderita mengakibatkan Nyok Ping tak bisa menggunakan kedua kakinya untuk berjalan.

“Aku tak bisa berjalan, dan tanganku tak bisa membawa barang lebih dari 5 kilogram,” kata Nyok pada Straittimes.

“Kami sudah mencoba berbagai upaya, dan aku tak lagi bisa ingat berapa kali aku ingin menyerah,” tambahnya.

Pengorbanan sang ayah lah yang terus mengobarkan semangat Nyok. Ayahnya berhenti bekerja ketika Nyok berusia 6 tahun. Saat itu Nyok baru saja masuk ke bangku sekolah dasar.

Biasanya ibunya yang menggendong dia menuju ke sekolah. Namun karena tubuhnya semakin besar dan berat, ibunya tak mampu lagi menggendong Nyok.

Ayah Nyok memutuskan berhenti bekerja, dan menggantikan tugas ibu Nyok untuk menggendong putrinya hingga sampai di sekolah.

Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan hidup, Ngu Ee Kiong beralih pekerjaan menjadi pedagang.

gendong anak ke sekolah-2

Ia berjualan kopi dan kue di pasar.

Sudah tak terhitung lagi berapa jarak yang ditempuh Ngu Ee Kiong demi membawa putrinya ke sekolah. Namun semua pengorbanan itu akhirnya berbuah manis.

Putrinya, Nyok Ping berhasil menyelesaikan kuliahnya dan mendapat gelar sarjana.

gendong anak ke sekolah-3

Nyok Ping mendapat gelar Master di bidang Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Malaysia Sarawak (Unimas) pada Senin (14/11/2016).

Ngu Ee Kiong ikut hadir bersama orangtua mahasiswa lain hari itu.

Dia sekuat tenaga menahan air matanya ketika melihat sang putri memakai toga.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved