Malang Raya

Pusat Studi Peradaban UB Malang Usulkan Ada Museum Tentang Brawijaya

"Kami mengusulkan museum itu bisa didirikan di kawasan UB Forest di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang,"

Pusat Studi Peradaban UB Malang Usulkan Ada Museum Tentang Brawijaya
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Pengunjung bisa melihat virtual candi zaman Majapahit di pameran virtual museum Brawijaya di Gedung Widyaloka, Jumat (25/11/2016). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pusat Studi Peradaban Universitas Brawijaya (UB) Malang mengusulkan adanya museum tentang Brawijaya. Sehingga mahasiswa tidak sekedar tahu nama Brawijaya, namun bisa mengetahui sejarahnya.

"Kami mengusulkan museum itu bisa didirikan di kawasan UB Forest di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang," jelas Dr M Fadli, Ketua Pusat Studi Peradaban UB kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (25/11/2016).

Hal itu disampaikan di sela pameran virtual Museum Brawijaya di Gedung Widyaloka, Jumat (25/11/2016). Pameran sehari ini merupakan puncak kegiatan setelah sebelumnya melakukan riset, napak tilas di berbagai situs kerajaan terkait zaman Majapahit Brawijaya.

"Pameran ini embrio museum yang sebenarnya," tambah dosen Fakultas Hukum UB ini. Alasan pendirian museum di sana selain karena lahannya ada, juga bisa diintegrasikan  dengan potensi yang ada.

Misalkan dengan wisata, tanaman herbal, dll. "Namun soal nama museumnya apa nanti belum tahu. Yang pasti ada Brawijaya-nya. Karena jika memakai nama Museum Brawijaya kan sudah ada di Jl Ijen Kota Malang," kata dosen FH UB ini.

Usulan itu sudah disampaikan ke Rektor UB, Prof Dr Ir M Bisri MS. Ada dukungan namun belum sampai membicarakan soal pembangunannya. Namun nanti isi museum kelak lebih diarahkan ke digitalisasi.

Dalam pameran itu, pengunjung dibawa pada visual dan informasi mulai masa pra Majapahit, masa Majapahit, informasi soal beberapa Raja Brawijaya (1-5).

Dan pada akhirnya dibawa ke informasi tentang pengaruh Majapahit pada Indonesia. Seperti terminologi zaman Brawijaya yaitu Bhineka Tunggal Ika yang sampai sekarang dipakai. Kemudian istilah Bhayangkara yang dipakai di ajaran Kepolisian RI.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved