Malang Raya
Catur Antarkan Fariha Mariroh Melanglang ke Luar Negeri
Jika tidak ada pertandingan, Fariha berlatih di klub caturnya pada akhir pekan atau saat senggang kuliah.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Fariha Mariroh (19) suka catur sejak duduk di kelas 4 SD Al Ikhlas, Lumajang. Dia pun pernah meraih medali perak di PON XIX/2016 di Jawa Barat pada September lalu.
“Awalnya ikut catur saat ekstrakurikuler di SD dahulu,” cerita Fariha, Minggu (4/12/2016).
Prestasi mahasiswi semester 3 Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) lalu berkembang ke tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional, dan internasional.
Kini peraih medali emas kejurnas catur 2014 tercatat sebagai anggota di klub catur Moncong Putih di Kota Malang.
“Catur itu asyik. Begitu juga teman-teman di catur. Kalau bertemu bisa saling sharing. Apalagi saat bertanding bertemu teman dari daerah lain” kata gadis kelahiran Lumajang, 2 Mei 1997 ini.
Dibandingkan cabang olahraga (cabor) lain, catur seperti dikesampingkan.
“Pembinaannya masih kurang intensif,” kata alumnus SMAN 2 Lumajang ini.
Dia mencontohkan saat di PON lalu. Cabor catur Jatim hanya mendapat satu emas, satu perak dan satu perunggu. Sedangkan cabor lain ada yang memperoleh sampai enam emas.
“Cabor catur harus digenjot lagi,” harapnya.
Bahkan di provinsi lain, try out cabor catur sampai ke luar negeri.
“Tapi sebelum ke PON, saya sempat ke Malaysia pada Desember 2015 dan Thailand pada April 2016,” kata penggemar film ini.
Jika tidak ada pertandingan, Fariha berlatih di klub caturnya pada akhir pekan atau saat senggang kuliah.
“Biasanya tiap dua pekan sekali ada liga catur antar klub. Ini bisa untuk sparing,” terang bungsu dari pasangan almarhum Eddy Mulyadi dan Ummu Cholifah ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/fariha-mariroh_20161204_154929.jpg)