Potret Anak Korban Gawai di Malang
Picu Hubungan Keluarga Kurang Harmonis, Orang Tua Perlu Batasi Anak Gunakan Gawai
Data BPS Jatim tahun 2023 menunjukkan anak berusia lebih dari 5 tahun yang menggunakan gawai dalam 3 bulan berturut-turut sangat tinggi.
Penulis: Benni Indo | Editor: iksan fauzi
Ringkasan Berita:
- Di Kota Malang, 89 persen anak menggunakan gawai dalam tiga bulan.
- Kecanduan gawai bisa menyebabkan keharmonisan keluarga terganggu.
- Ciri-ciri anak kecanduan gawai adalah menggunakan gawai lebih dari 2 jam.
SURYAMALANG.COM | MALANG - Sekarang orang tua lebih gampang memberikan gawai atau gadget ke anak-anaknya.
Bahkan mayoritas anak-anak memegang gawai, baik gawai milik sendiri maupun gawai milik orang tuanya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim tahun 2023 menunjukkan anak berusia lebih dari 5 tahun yang menggunakan gawai dalam 3 bulan berturut-turut sangat tinggi.
Di Kota Malang, sekitar 89 persen anak-anak telah menggunakan gawai dalam tiga bulan berturut-turut, di Kota Batu sekitar 82 persen, dan di Kabupaten Malang sekitar 75 persen.
Anak-anak yang memegang gawai tanpa pengawasan orang dewasa rentan mengalami kecanduan gawai.
Kecanduan gawai telah mengakibatkan komunikasi di dalam keluarga memburuk.
Hubungan antara kakak dan adik tidak harmonis, bahkan cenderung saling tidak peduli.
Anastasia (bukan nama sebenarnya) memiliki kakak yang beberapa tahun lalu kecanduan gawai.
Sejak kecanduan gawai, kakaknya jarang berbicara dengannya. Kakaknya seperti hidup sendiri di dunia dalam genggaman.
"Bahkan dia tidak mau mengantarkan saya berangkat sekolah. Saya memohon beberapa kali pun tetap tidak mau," kata Anastasia, Jumat (3/4/2026).
Sejak saat itu Anastasia menjalani hidup dengan kemampuannya sendiri. Dia tidak banyak minta bantuan, apalagi berkomunikasi dengan kakaknya sendiri.
Anastasia menyebut perubahan perilaku kakaknya dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan, dan faktor keluarga.
Menurutnya, kakaknya adalah anak yang disayang di tengah keluarga.
Selama ini kakaknya tumbuh besar bersama kakek dan nenek.
eksklusif
multiangle
meaningful
BPS Jatim
Kota Malang
Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)
Potret Anak Korban Gawai di Malang
| Terapi Anak Kecanduan Ponsel di RSUD Kota Malang Hanya 20 Menit |
|
|---|
| Gampang Akses Konten Negatif, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah |
|
|---|
| SMPN 24 Kota Malang Terapkan Sistem Titip HP Sebelum Pelajaran Dimulai, Cegah Penyalahgunaan Gawai |
|
|---|
| Wali Murid di Malang Nangis Lihat Isi Gawai Anak, Sekolah Ungkap Dampak Kecanduan Konten Negatif |
|
|---|
| 90 Persen Pasien Anak di RSUD Kota Malang Mengalami Kecanduan Gawai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tersambar-petir-saat-main-ponsel.jpg)