Rabu, 8 April 2026

Potret Anak Korban Gawai di Malang

Terapi Anak Kecanduan Ponsel di RSUD Kota Malang Hanya 20 Menit

Hampir 90 persen pasien anak yang ditangani di RSUD Kota Malang dampak dari kecanduan gadget. Mereka mengalami telat bicara, hiperaktif, kurang gerak.

SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
KECANDUAN GAWAI - Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RSUD Kota Malang, dr Nunik Eveline Hanoto Sp KFR, saat menjelaskan penanganan anak yang kecanduan gawai, Senin (6/4/2026). 

 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kecanduan gawai di Kota Malang sangat tinggi, terutama anak-anak.

Hampir 90 persen pasien anak yang ditangani di RSUD Kota Malang merupakan dampak dari kecanduan gadget.

Rata-rata anak yang kecanduan gawai mengalami kurang fokus, telat bicara, hiperaktif, dan kurang bergerak.

Banyak orang tua yang belum mengetahui kalau anaknya sudah kecanduan gadget.

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RSUD Kota Malang, Nunik Eveline Hanoto mengatakan kecanduan gadget pada anak memiliki pola yang mirip dengan adiksi lainnya.

Anak akan merasa gelisah ketika tidak memegang perangkat, bahkan menunjukkan perubahan perilaku signifikan.

"Orang tua harus tahu dulu tujuan memberikan gawai kepada anaknya. Kalau hanya untuk mengalihkan supaya anak diam, itu berbahaya," kata Nunik.

RSUD Kota Malang menangani anak dengan kecanduan gawai menggunakan dua pendekatan, yakni terapi wicara dan terapi okupasi.

Terapi wicara difokuskan untuk melatih kemampuan komunikasi anak. Sedangkan terapi okupasi membantu meningkatkan konsentrasi dan mengelola perilaku.

Nunik menegaskan terapi di rumah sakit hanya berlangsung singkat.

"Rata-rata sekitar 20 menit per sesi. Sebenarnya yang paling menentukan itu latihan di rumah. Peran keluarga sangat besar," tambahnya.

Dampak terbesar dari penggunaan gadget berlebihan adalah berkurangnya interaksi sosial anak.

Anak menjadi lebih fokus pada layar dibandingkan berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.

Akibatnya, anak berisiko mengalami keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi, sampai kesulitan bersosialisasi.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved