Surabaya
Polisi Tangkap Pembunuh SPG di Surabaya, Cara Pelaku Membunuh Korban Ternyata Begitu Sadis
Mencintai seseorang belum tentu berjalan mulus dan selalu disayang. Justru yang dialami Yayuk, 18, SPG Matahari Dept Store di Royal Plaza
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.com - Mencintai seseorang belum tentu berjalan mulus dan selalu disayang. Justru yang dialami Yayuk, 18, SPG Matahari Dept Store di Royal Plaza malah sebaliknya. Cewek asal Blitar yang tinggal di Kalibader, Taman, Sidoarjo itu dibunuh dan dibuang ke Rolak Gunungsari.
Mayat korban ditemukan warga di Hutan Mangrove Pamurbaya, Wonorejo, Kecamatan Rungkut atau di muara Pantai Timur Surabaya.
Berbekal baju yang dipakai korban, Unit Resmob Polrestabes Surabaya dan Polsek Rungkut akhirnya meringkus dua lelaki yang menghabisi korban.
Lelaki yang kini meringkuk ditahanan ES alias Aldo, 18, dan CD Clinton, 18, adalah teman dekat korban. Tersangka Aldo dan Clinton tinggal satu kos di daerah Bungurasih, Waru, Sidoarjo.
Tersangka Clinton ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Keputih dan Aldo ditangkap di Jalan Dukuh Menanggal.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, menjelaskan korban sebelum dibunuh diajak janjian tersangka Aldo. Kebetulan korban saat itu masuk malam dan ketemu tersangka, 19 Desember sekitar pukul 22.45 WIB.
"Dari saksi-saksi yang kami periksa akhirnya identitas pelaku berhasil kami ungkap, Jumat (30/12)," tutur Kombes Iqbal.
Menurut Iqbal, selain menangkap dua tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa motor Honda Vario milik korban W 4302 ZN dan satu pisau yang ditemukan petugas di pintu keluar Terminal Bungurasih.
Dalam kasus ini, korban dan Aldo memiliki hubungan dekat atau mencintai tersangka. Rupanya, tersangka memiliki niat jahat sehingga menghubungi korban melalui BBM dan janjian ketemu di TKP. "Tersangka saat itu akan memberi surprise pada korban," ungkapnya.
Atas janji itu, korban menuruti ajakan tersangka Aldo. Rupanya cinta yang diharapkan korban justru berujung maut.
"Pembunuhan ini sudah direncanakan oleh kedua tersangka. Pada 17 Desember, mereka menyusun rencana pembunuhan itu di kamar kos tersangka Aldo," ungkap Miqbal.
Modus yang dilakukan tersangka hanya ingin menguras uang korban. Karena Aldo saat ini masih belum bekerja. Tersangka Aldo juga tahu jika korban gajian tanggal 17.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, menjelaskan setelah menyusun rencana pembunuhan, pada 18 Desember sekitar pukul 22.45 WIB, kedua tersangka bertemu dengan korban di salah satu kafe di Jalan Dukuh Menanggal.
"Selanjutnya korban diajak jalan-jalan menggunakan motor menuju TKP pada pukul 00.00 WIB. Saat itu, tersangka Aldo ingin memberi kejutan pada korban, yaitu menyatakan rasa cintanya pada korban di TKP," kata Shinto.
Begitu sampai di TKP, yaitu di Rolak Gunung Sari, korban diminta turun dari motor dan tersangka Aldo meminta mata korban ditutup dan menuntunnya di bibir sungai, lalu memintanya duduk. Tersangka Clinton yang berada di depan, langsung menusuk dada korban dengan pisau, kemudian menusuk lagi rahang korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/berita-surabaya-pembunuhan-keji-yayuk_20161231_200011.jpg)