Minggu, 12 April 2026

Malang Raya

Tata Barang, Pedagang Pasar Terpadu Dinoyo Belum Akan Berjualan

Sebagian besar bedak yang sudah buka ada di lantai satu. Itu pun merupakan bedak yang sudah dialih-milikkan

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Seorang Pedagang di Pasar Penampungan Sementara Merjosari mulai menata barang dagangan mereka di Pasar Terpadu Dinoyo, Sabtu (7/1/2017). Meski sudah mentata, pedagang tersebut belum berjualan hari itu juga. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Beberapa pedagang Pasar Terpadu Dinoyo menata barang dagangan mereka di bedak masing-masing, Sabtu (7/1/2017). Sebagian dari mereka baru menata dan mengatur tempat berjualan. Mereka baru akan membuka bedak untuk para pedagang bersamaan dengan sebagian besar pedagang lain.

Dinas Perdagangan Kota Malang menargetkan 100 pedagang mengisi Pasar Terpadu Dinoyo hari itu juga. Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, baru terlihat puluhan pedagang yang datang ke pasar. Menurut salah seorang dari mereka, pedagang baru akan boyongan menunggu bedaknya di Pasar Penampungan Sementara Merjosari ditutup siang dan sore hari.

Yuyun Rachmawati telaten menyusun pernik-pernik jualannya di lantai dua Pasar Terpadu Dinoyo. Di bantu dengan seorang lain, Yuyun mengatur posisi barang dagangan agar pas. Ia memiliki tiga bedak. Hari itu, ia belum berniat untuk berjualan. Ia masih akan menunggu bersamaan dengan pedagang-pedagang lain yang mengaku siap pindah.

“Di sana (Pasar Penampungan Merjosari), bedak saya sudah tidak bisa ditempati,” akunya.

Ia belum ingin membuka bedak untuk para pembeli jika para pedagang lain belum banyak yang pindah. Yuyun adalah satu dari belasan orang yang terlihat menata barang jualan di bedak masing-masing siang itu.

Sebagian besar bedak yang sudah buka ada di lantai satu. Itu pun merupakan bedak yang sudah dialih-milikkan. Para pedagang yang punya bedak di Pasar Merjosari belum banyak yang sudah beroperasi di sana.

Contohnya, Astia. Ia membeli sebuah bedak di lantai Pasar Tersebut. Tiga bulan lalu, ia mulai membuka barang dagangan dan mulai berjualan sembako dan bumbu-bumbu dapur. Karena pasar masih sepi, ia mengaku pendapatan yang didapat selama berjualan belum banyak.

Bahkan, ia juga pernah sehari membuka bedak tanpa ada yang membeli. “Sepuluh hari mungkin, dari tiga bulan saya di sini,” ungkapnya.

Ia berharap pasar akan segera buka sehingga pembeli yang mampir ke bedaknya juga lebih banyak. Ia sudah mendengar informasi bahwa para pedagang akan mulai mengisi pasar pada hari itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved