Jumat, 10 April 2026

Pasuruan

Bercanda Soal Bom, Jamaah Umroh Asal Pasuruan Malah Ditahan Petugas Arab Saudi

Mereka langsung mendatangi bangku yang diduduki Tri Ningsih dan kakaknya Umi Handayani. Mereka mengamankan sebuah tas yang dibawa Tri Ningsih

Penulis: Galih Lintartika | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Mohammad Andono 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Mohammad Andono (60), satu dari empat rombongan jamaah umroh asal Pasuruan sudah tiba di Pasuruan sejak tanggal 13 Januari 2017 lalu. Ia merupakan rombongan dari Tri Ningsih (50) warga Dusun Pilangsari, Desa Beji, Kecamatan Beji dan Umi Widayani (56) dan Lyan Widia (31) warga Jalan Bendosolo, Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Pasuruan.

(BERITA SEBELUMNYA : 2 Jamaah Umroh Asal Pasuruan Jawa Timur Ditahan Petugas Arab Saudi di Jeddah, Lho Mengapa?)

Kepada SURYAMALANG.COM, Andono mengaku kaget saat pertama kali melihat banyak petugas keamanan bandara naik pesawat yang ditumpanginya, Royal Brunei Airlines.

"Mereka langsung mendatangi bangku yang diduduki Tri Ningsih dan kakaknya Umi Handayani. Mereka mengamankan sebuah tas yang dibawa Tri Ningsih," katanya saat ditemui, Selasa (17/1/2017) siang.

Andono menjelaskan, tak lama, petugas keamanan langsung membawa tas itu dan Tri Ningsih bersama Umi Handayani turun dari pesawat.

"Sepengetahuan saya, petugas itu membawa kakak saya (Umi Handayani) dan Tri Ningsih ke sebuah ruangan. Setelah itu, saya tidak tahu lagi apa yang terjadi di dalam ruangan itu," kata Andono.

Ia juga kaget saat diminta turun dari pesawat yang hendak terbang menuju ke Indonesia itu. Ia menyebut, semua penumpang diminta turun dan diarahkan ke ruang tunggu. Bahkan, ia mengaku saking lamanya menunggu di ruang tunggu, ia dan penumpang lainnya dibawa ke sebuah hotel.

"Saya lupa berapa jam menunggu delay itu. Setahu saya ya kurang lebih 16 jam. Setelah itu, langsung dibawa ke pesawat dan terbang ke Indonesia," tandasnya.

Selama 16 jam itu, kata Andono, awalnya tidak ada yang memberi tahu alasan kenapa penerbangan ditunda. Akhirnya, ia berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi. Ternyata, ia mendapatkan informasi bahwa pesawat yang ditumpanginya itu ada ancaman bom.

"Makanya petugas langsung sterilisasi pesawat dan mencari ancaman bom itu," ungkapnya.

Ia mengaku awalnya tak menyangka bahwa adiknya Umi Widayani dan Tri Ningsih ini ditahan akibat perkara itu. Menurutnya, sang adik berkata ke pramugari bahwa ada bom di dalam tasnya.

"Katanya orang keamanan di sana, adik saya bilang ada bom di tasnya. Makanya, adik saya dan tas itu diamankan dan diperiksa semuanya," jelasnya.

Setelah ditelusuri, kata Andono, ternyata adiknya ini berniat bercanda dengan pramugari. Ceritanya, sang adik ini awalnya duduk bersamanya. Setelah itu, adiknya berniat duduk bersama dengan Tri Ningsih. Saat pindah ke tempat duduk Tri Ningsih ini, ada tas milik Tri yang belum ditata.

"Saat dipindah tasnya, pramugari ini menanyakan isi di dalamnya. Dijawab sama adik saya, kalau dari Arab ya bawa oleh-oleh, tidak mungkin kan bawa bom," paparnya sesuai dengan keterangan yang didapatkannya.

Dia menjelaskan, tak lama, pramugari itu menghubungi kokpit. Kemungkinan besar kokpit menghubungi pihak bandara sehingga petugas keamanan langsung menggeledah masuk ke dalam pesawat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved