Malang Raya
VIDEO : Yuk Cek Penyakit Kronis Via Aplikasi Mobile Skrining dari BPJS Kesehatan
Aplikasi ini bisa dipakai di ponsel berbasis sistem (OS) android. Aplikasinya bisa diunduh secara gratis di play store.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Klaim obat dan perawatan rujukan empat penyakit kronis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang (KC) Malang berkisar Rp 700-800 juta per bulan.
Berdasar data dari BPJS Kesehatan KC Malang, klaim obat dan rujukan kembali ke FKTP mencapai Rp 9 miliar dalam setahun, atau berkisar antara Rp 700-800 juta per bulan. Jumlah yang terbilang besar menurut Kepala BPJS Kesehatan KC Malang Hendry Wahjuni.
“Itu belum klaim dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Biaya pengobatan untuk penyakit kronis memang mahal,” ujar Hendry disela peluncuran aplikasi mobile skrining penyakit kronis di kantornya di Jalan Tumenggung Suryo, Kota Malang, Rabu (1/2/2017).
Penyakit kronis tersebut seperti diabetes melitus (DM), hipertensi, jantung koroner, dan gagal ginjal. Empat penyakit ini termasuk 10 besar penyakit tertinggi di Indonesia, termasuk di Malang Raya. Jantung koroner masih berada di angka ketiga terbanyak, sedangkan hipertensi bisa di angka satu atau dua.
Hendry menambahkan peserta BPJS Kesehatan KC Malang mencapai 1,8 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 9.500 peserta didiagnosa menderita empat jenis penyakit kronis ini.
Makanya, BPJS Kesehatan mencari terobosan baru untuk melakukan tindakan preventif. Di antaranya menggunakan aplikasi mobile skrining yang diluncurkan serentak di seluruh Indonesia pada hari ini.
Aplikasi ini bisa dipakai di ponsel berbasis sistem (OS) android. Aplikasinya bisa diunduh secara gratis di play store. Aplikasi ini membantu pengecekan secara dini status risiko seseorang terhadap empat jenis penyakit tersebut.
Hendry berharap seluruh peserta BPJS Kesehatan mengunduh aplikasi tersebut. Untuk mengecek status risiko seseorang terhadap empat jenis penyakit itu, pengunduh harus menjawab 47 pertanyaan.
“Jadi tidak perlu tes ke laboratorium, namun cukup unduh aplikasi ini dan menjawab 47 pertanyaan di dalamnya,” lanjut Hendry.