Media Sosial

Anas Urbaningrum Merespon ‘Saya Bertanya’, Tweetnya Nampak Bukan Bercanda

"Saya bertanya kepada Presiden (saat itu), apakah Bapak peduli terhadap keselamatan dan keadilan?"

Editor: Dyan Rekohadi
tribunnews.com
Twitter dan tulisan tangan Anas Urbaningrum 

SURYAMALANG.COM -  Cuitan 'Saya Bertanya' yang di-posting Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Twitter jadi nge-hits hingga hari ini.  Yang terbaru, nama Anas Urbaningrum turut merespons tweet ‘Saya Bertanya’.

Dalam tweet-nya yang di-posting pada Selasa (7/2/2017), ia menyebut nama SBY.

Secara keseluruhan, Anas mengunggah tujuh tweet.

Beberapa di antaranya terkait demonstrasi yang digelisahkan SBY dalam kicauannya di Twitter beberapa hari yang lalu.

Berikut ini adalah tweet lengkap yang dikirim oleh Anas Urbaningrum melalui akun Twitter-nya, @anasurbaningrum.

1. "Bli Pasek @G_paseksuardika sahabat saya, harap tenang. Jika saat itu kita dimata-matai, sasarannya bukan Bli. Itu dr kekuasaan zalim. *abah"

2. "Bung Ma'mun, @mamunmurod_ sahabat saya, harap santai & senyum. Jika waktu itu kita diikuti alat-alat negara, krn ada pihak yg panik. *abah"

3. "Para sahabat, harap selalu diingat. Tidak ada kekuasaan yg abadi. 'Jaman iku owah gingsir'. Karma akan terus bekerja. *abah"

4. "Pak Presiden SBY (saat itu) yg mencintai hukum dan keadilan. Tahukah Bapak brp kali demonstran dikirim ke rumah saya? *abah."

5. "Saya bertanya kepada Presiden (saat itu), apakah Bapak peduli terhadap keselamatan dan keadilan? Alhamdulillah, saya tidak ngetuit. *abah."

6. "Demo ke rumah pribadi jelas tidak elok. Saya berdoa semoga Pak SBY diberikan ketenangan dan kesabaran. *abah."

7. "Setiap orang Jawa yangg 'wis Jowo' pasti mengerti persis makna 'ngundhuh wohing pakarti'. *abah."

Diketahui dari admin Anas Urbaningrum, tweet tersebut disalin dari tulisan tangan Anas yg dititipkan lewat sahabat yg berkunjung hari itu.

Mantan Kader Demokrat, Tri Dianto, mengatakan Anas Urbaningrum tidak mengeluh seperti SBY saat beberapa orang berdemonstrasi di depan rumah Anas.

"Curhat sebetulnya itu haknya Pak SBY. Setiap orang punya hak curhat. Tapi kesannya ini berlebihan alias lebay."

"Saya ingat waktu Mas Anas dikirimi demonstran ke rumahnya, 2 atau 3 kali, enggak pernah ngeluh. Enggak pernah curhat di media," ujarnya.

Anas adalah Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Ia kini mendekam di Lapas Sukamiskin karena kasus korupsi Hambalang.

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved