Malang Raya

DPRD  Angkat Bicara Soal Bakso dan Sempol Berbahaya di Kota Malang

"Kalau itu benar, maka imbauan kami adalah agar masyarakat berhati-hati untuk membeli jajanan. Pengawasan dari dinas juga harus diperketat,”

surya/ahmad zaimul haq
ilustrasi jajanan yang dijual di sekolah. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – DPRD kota Malang terkejut mengetahui informasi temuan kandungan bahan berbahaya di dalam jajanan sekolah seperti bakso dan sempol di kota Malang. Kabar temuan itu diharapkan segera disosialisasikan ke masyratakat khususnya pihak sekolah.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Hadi Susanto meminta Dinas Kesehatan untuk segara berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan soal temuan jajanan yang mengandung zat berbahaya. Tujuannya agar Dinas Pendidikan bisa lebih dini menyampaikan informasi itu kepada pihak sekolah.

“Kami belum terima laporannya dari dinas seperti apa. Jajanan mengadung apa, kami belum tahu. Kalau itu benar, maka imbauan kami adalah agar masyarakat berhati-hati untuk membeli jajanan. Pengawasan dari dinas juga harus diperketat,” katanya, Senin (13/2/2017).

Ia juga meminta agar penyediaan kantin sehat lebih dioptimalkan. Jika kantin sehat menyediakan jajanan lengkap, menurut Hadi, anak-anak kemungkinan tidak akan membeli jajan di luar sekolah saat jam sekolah. Ia bilang, jajanan di kantin harus lebih bisa dipertanggungjawabkan karena jelas keberadaan penjualnya.

“Selama ini di dewan belum ada laporan dari masyarakat terkait korban jajanan yang mengandung bahan berbahaya ini. Belum ada yang laporan anaknya beli ini, lalu kena ini,” pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved