Malang Raya
Edan, Satu Dokter di Kota Malang Harus Tangani 10 Ribu Pasien, Begini Sikap Dinkes
Asih Tri Rachmi mengatakan target rasio ideal adalah 1 : 5.000. Dinas tersebut masih kesusahan merekrut tenaga bantu dokter untuk menutupi kebutuhan.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Rasio dokter dan warga di Kota Malang masih menunjukkan angka yang jauh, yakni 1 : 10.000 hingga 15.000.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Asih Tri Rachmi mengatakan target rasio ideal adalah 1 : 5.000. Dinas tersebut masih kesusahan merekrut tenaga bantu dokter untuk menutupi kebutuhan tersebut.
Di antara cara untuk memperkecil jarak rasio adalah meningkatkan status pada pegawai tidak tetap dokter dan bidan.Ada 23 dokter dan bidan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun ini.
Sebelumnya para pegawai ini adalah Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang sudah lama mengabdi.
“Ada dokter gigi yang dinas di Puskesmas Kedungkadang diangkat ASN. Kalau bidan selama ini dinas di semua puskesmas di Kota Malang,” kata Asih, Minggu (19/2/2017).
Pengangkatan jadi PNS itu karena tenaga 23 petugas kesehatan dibutuhkan masyarakat. Dia mengatakan moratorium pengangkatan PNS tidak berlaku untuk tenaga kesehatan.
Namun, dengan jumlah petugas yang sudah ada saat ini, pihaknya masih ada kekurangan petugas kesehatan.
“Dalam pelaksanaan kegiatan, kami masih kurang. Kalau kami lihat, ya ke depan ini rencananya 1 dokter banding 5.000 warga. Tapi dengan kondisi sekarang, kami tetap berupaya memberi pelayanan semaksimal mungkin,” sambungnya.
Jumlah tenaga kesehatan bantu di Dinas Kesehatan saat hanya dua orang. Padahal, kebutuhannya sekitar 13 orang.
Pihaknya sudah mencoba membuka rekrutmen tenaga bantu, namun masih minim peminat.
“Kendalanya, honor tenaga bantu ini masih dipandang rendah oleh dokter. Kami kesulitan untuk mencari kemarin,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-dokter_20160531_160253.jpg)