Kamis, 9 April 2026

Nasional

Bocah ini Rawat 2 Adik dan Bayi Berusia 4 Bulan Seorang Diri, Cara Mereka Bertahan Hidup Bikin Haru

Bukan hanya mengurus bayi berusia empat bulan, bocah tangguh ini juga merawat dua adiknya, Muhammad Bayu Aji (7) dan Audia Aprilia Salsabila (3).

Editor: Adrianus Adhi
Tribun Jabar

SURYAMALANG.com, SUMEDANG - Ahmad Revan Febriana (12) terpaksa tak bisa sekolah. Bocah kelas lima SD di Desa Wargaluyu, Kecamatan Tanjungmedar, Sumedang ini meninggalkan bangku sekolah karena harus mengurus adiknya yang masih bayi berusia empat bulan, Adiba Sakila Atmarini.

Bukan hanya mengurus bayi berusia empat bulan, bocah tangguh ini juga merawat  dua adiknya, Muhammad Bayu Aji (7) dan Audia Aprilia Salsabila (3).

Empat anak yatim ini tinggal di rumah kontrakan berdinding bilik dengan ukuran 4x6 meter. “Bapak meninggal Desember lalu setelah stroke.

Sedangkan ibu seminggu lalu pergi mencari uang dan kerja,” kata Revan saat ditemui di rumahnya akhir pekan.

Ia mengaku ibunya, Yuyun Bayu Ningrum (40), pamit ke Jawa untuk mencari uang dan meninggalkanya uang Rp 30 ribu.

"Disini ibu tak bisa mencari uang, ibu jualan minyak wangi dan pergi ke Jawa serta meminta saya merawat adik-adik. Saya diberi uang Rp 30 ribu," katanya.

Sebelumnya hampir setahun bapaknya, Priutoro Aji (54) terserang stroke dan tak bisa bekerja lagi. “Bapak dulunya kerja sebagai kuli bangunan kemudian sakit sedangkan ibu jualan minyak wangi,” katanya.

Selama ditinggal ibunya, praktis Revan mengurus adik-adilnya yang kecil. “Kalau yang masih bayi suka dimandiin sama tetangga, banyak tetangga yang ikut membantu mengurus bayi,” katanya.

Setiap malam, mereka tinggal berempat di rumah kontrakan di Kampung Babakan Kenanga, Desa Wargaluyu. "Ya, tinggal berempat saja kalau malam, saat siang banyak yang membantu merawat bayi," katanya.

Bayu yang berusia tujuh tahun masih bisa sekolah di kelas satu SD tak jauh dari tempat tinggalnya.

"Saya sudah tak sekolah lagi sejak ibu mencari uang, saya harus mengasuh Audia (3) dan juga merawat adik bayi. Kalau Audia itu rewel, ogoan suka minta mainan dan ditemani terus," kata Revan yang telaten memandikan Audia serta memberi pakaian.

Saat ditemui Revan sedang memasang pakaian ke Audia, sementara bayinya dipangku  bidan desa Susi Elvina Wahyu Niar.

"Bayinya agak panas sekarang, mungkin karena banyak yang datang menjengguk dan melihat empat anak yatim ini, rumah terus terbuka," kata bidan desa ini.

Bayi ini lahir di rumah sakit empat bulan lalu dan setelah itu, bapaknya meninggal dunia pada Desember tahun lalu.

Revan mengaku bisa memasak dan kerap mendapat bantuan dari tetangganya. "Saya bisa masak, ibu yang mengajarkan termasuk bisa masak sayur sop. Tapi lebih sering bikin ceplok telor goreng dan membuat nasi goreng," kata Revan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved