Nasional
Bocah ini Rawat 2 Adik dan Bayi Berusia 4 Bulan Seorang Diri, Cara Mereka Bertahan Hidup Bikin Haru
Bukan hanya mengurus bayi berusia empat bulan, bocah tangguh ini juga merawat dua adiknya, Muhammad Bayu Aji (7) dan Audia Aprilia Salsabila (3).
Ia mengaku tak tahu kapan ibunya pulang dan hanya meminta merawat adik-adiknya. “Ibu bilangnya mau ke Jawa mencari uang,” katanya.
Mohamad Sahid (33), tetangga keluarga ini yang juga penarik ojek mengaku cukup dekat dengan keluarga Priutoro Aji. “Sering ngobrol bahkan almarhum ingin membuka usaha sablon,” kata Sahid.
Ia mengaku seminggu lalu, Yuyun, istri almahum Aji mengeluh tak punya uang untuk membayar kontrakan rumah dan bayar listrik.
"Ia minta diantar ke Sumedang dan naik bus katanya mau ke Jawa mencari uang. Dia mengatakan tak punya sama sekali, saya antar naik bus di Sumedang dan dua hari kemudian menelpon dan menyebutkan mentransper uang Rp 50 ribu untuk anaknya. Saya yang mengambil uang ke bank," katanya.
Menurutnya saat mengantar Yuyun seminggu lalu, ia mendengar Yuyun menitipkan anak-anaknya ke tetangga yang lain.
"Yuyun berteriak dan menitipkan anak-anaknya ke tetangga yang sedang ada di luar. Dia sangat bingung dan minta diantar naik bus. Katanya mau ke Gunung Kawi. Terakhir saat ditelpon sudah ada di Blitar, Jawa Timur," kata Sahid.
Kabar Revan yang mengasuh adik-adiknya menjadi viral di media sosial. Simpati warga berdatangan dan banyak bantuan datang ke anak-anak yatim ini.
Keluarga almarhum Priutoro Aji ini merupakan pendatang dari Jakarta. Mereka mengontrak rumah disana sejak delapan bulan lalu.
Sebelumnya mereka tinggal di Panyindangan, Desa Sukahayu, Kecamatan Rancakalong dan sempat jualan premium eceran. "Mereka itu bukan warga Desa Wargaluyu, pendatang dari Jakarta dan mengontrak di desa kami," kata Cecep, Kepala Desa Wargaluyu.
Ia mengatakan saat Priutoro meninggal diurus warga karena kondisi ekonomi mereka. "Bahkan saya berniat mengasuh bayinya serta anak yang lainnya mau diasuk ketua RW disini tapi ditolak ibunya dengan alasan bukan anak ayam yang diberikan begitu saja,”" katanya.
Dibantu Pemerintah
Camat Tanjungmedar, E Heri Purnama menyebutkan pihaknya membetuk tim untuk menangani anak yatim yang ditinggal ibunya bekerja, Ahmad Revan Febriana dan ketiga adiknya yang masih balita.
"Banyak bantuan yang datang dan harus dibentuk tim untuk mengelola bantuan karena tak mungkin anak kecil itu mengatur sendiri. Tim ini juga ikut membantu mengasuh anak-anak ini sambil menunggu ibunya pulang. Kami sidah menghubungi melalui telepon tapi belum tersambung," kata Heri.
Ia mengatakan jika ibunya pulang maka, akan diberi bantuan modal untuk bisa berusaha dan membiaya kehidupan mereka.
"Untuk kepastiannya, kami menunggu dulu ibunya pulang dan kalau sulit dihubungi akan menghubungi keluarga dari bapaknya yang ada di Jakarta," katanya.
Bantuan sendiri terus mengalir ke anak yatim ini. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Sumedang mengirimkan bantuan sembako dan juga uang.
"Kami akan terus membantu keluarga ini dan nanti akan diberi bantuan modal untuk mereka, anak-anak yatim ini tak boleh terlantar," kata Ali Badjri, Ketua BAZNas Sumedang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/berita-anak-tangguh-dari-sumedang_20170314_095936.jpg)