Malang Raya

Pedagang di Pasar Merjosari Kota Malang Persoalkan Keberadaan Aparat, Alasannya. . .

Keberadaan aparat berseliweran di Pasar Merjosari rupanya membuat pedagang trauma. Beberapa orang mengaku merasa terteror.

Pedagang di Pasar Merjosari Kota Malang Persoalkan Keberadaan Aparat, Alasannya. . .
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Suasana pembongkaran toko di Pasar Merjosari, Kota Malang, Sabtu (8/4/2017). 

SURYAMALANG.com, MALANG - Keberadaan aparat berseliweran di Pasar Merjosari rupanya membuat pedagang trauma. Beberapa orang mengaku merasa terteror.

"Kami trauma lihat aparat terus di sini. Pasar kok kayak sarang narkoba banyak aparatnya.

Kami ini dagang barang-barang halal," cetus Yuyun, pedagang ikan kering di pasar sementara itu kepada Surya, Sabtu (8/4/2017).

Pernyataan Yuyun ini diamini oleh ibunya, Sujiati dan Mujayadah. Toko mereka berdampingan.

Ketiga orang ini termasuk pedagang yang memilih bertahan di pasar sementara Merjosari. "Rasanya terteror," imbuhnya.

Dari pantauan Surya, sejak Rabu (5/4/2017) aparat berseragam memang sudah berada di pasar Merjosari. Jumlah pedagang makin berlipat di hari Kamis (6/4/2017) dan Jumat (7/4/2017).

Ratusan aparat juga masih bertahan hingga Sabtu (8/4/2017). Aparat itu berasal dari Wastib Pasar, Satpol PP, polisi (Polres, Polsek, Brimob) serta TNI AD, AL, dan AU.

Beberapa di antaranya masuk dan berkeliling pasar. Ada juga yang membantu angkut-angkut barang pedagang yang bersedia pindah.

Seperti diberitakan Pemkot Malang hendak mengosong pasar sementara itu. Karenanya Pemkot meminta pedagang pindah ke Pasar Terpadu Dinoyo. (*)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved