Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Bikin Merinding, Ribuan Orang Merah-Putihkan Bundaran Tugu Malang

Ribuan orang memenuhi jalan raya antara Alun-ALun Bundar Tugu dan Balai Kota Malang, Sabtu (20/5/2017) mulai pukul 15.30 hingga 17.00 Wib.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Ribuan massa dari Aliansi Anak Negeri (AMAN) Se-Malang Raya mengibarkan bendera Merah Putih dalam aksi Refleksi Cinta Kebangsaan di depan Balai Kota Malang, Sabtu (20/5.2017). Dalam aksi memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-109 ini massa aksi menyanyikan lagu-lagu Kebangsaan, membacakan Deklarasi dan Sumpah Pemuda 

SURYAMALANG.com, MALANG - Ribuan orang memenuhi jalan raya antara Alun-ALun Bundar Tugu dan Balai Kota Malang, Sabtu (20/5/2017) mulai pukul 15.30 hingga 17.00 Wib.

Mereka membawa bendera merah putih berukuran kecil di tangan.

Dominasi pakaian warna merah terlihat di kawasan yang biasa disebut kawasan bundaran Tugu itu.

Orang berpakain putih terlihat terselip di lautan warna merah.

Tidak hanya bendera berukuran kecil, sejumlah bendera merah putih berukuran besar juga dikibarkan.

Sambil membawa merah putih, orang-orang ini bergantian menyanyikan lagu kemerdekaan dan perjuangan.

Polisi harus menutup jalan raya itu, karena massa tumplek blek di situ.

Itulah gambaran peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-109 di Kota Malang yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Anak Negeri (AMAN).

Peringatan Harkitnas itu sekaligus sebagai bentuk refleksi cinta kebangsaan di Indonesia.

"Kami melakukan refleksi cinta kebangsaan di Indonesia. Melalui peringatakan Hari Kebangkitan Nasional ini juga, kami ingin menunjukkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Bahwa kita orang Indonesia merupakan bhineka tunggal ika. Dari Malang kami membawa perdamaian untuk Indonesia dan dunia," ujar juru bicara AMAN, M Ilmi Najib kepada SURYAMALANG.com, Sabtu.

Melalui aksi itu, AMAN mengingatkan kembali pentingnya dan bangkitnya jalinan persatuan antar suku bangsa, dan pemeluk lintas iman di Indonesia. Oleh karena itu, aksi tersebut diikuti oleh warga lintas iman.

Mereka ada yang berasal dari kelompok Islam, Kristen, Katolik, Hindu juga Konghucu.

Dari pantauan Surya, peserta aksi juga lintas etnis. Beberapa pemuda dari Papua juga terlihat ikut di acara itu.

"Lintas iman, juga lintas suku. Semua berkumpul di Bumi Arema, membawa perdamaian dan persatuan," tegas Najib.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved