Malang Raya
Bikin Merinding, Ribuan Orang Merah-Putihkan Bundaran Tugu Malang
Ribuan orang memenuhi jalan raya antara Alun-ALun Bundar Tugu dan Balai Kota Malang, Sabtu (20/5/2017) mulai pukul 15.30 hingga 17.00 Wib.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Adrianus Adhi
Sedangkan pemuka agama Konghucu Kota Malang, Bonsu Anton Triyono mengikuti kegiatan itu sebagai wujud cinta NKRI. "Para syuhada dan pahlawan telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, menjaga negara ini tetap bersatu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Bonsu Anton.
Ia bersama perwakilan lintas iman dan masyarakat larut dalam refleksi cinta kebangsaan itu.
Kegiatan itu dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu diikuti oleh sejumlah lagu perjuangan. Perwakilan aksi juga membacakan Sumpah pemuda, dan juga deklarasi kepedulian masyarakat se-Malang Raya terhadap kondisi integrasi di Indonesia.
Poin deklarasi itu adalah ;
1. Bahwa masyarakat se-Malang Raya berjanji tetap setia dan teguh menegakkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan NKRI yang merdeka dan berdaulat.
2. Bahwa kami masyarakat se-Malang Raya berjanji, tetap setia dan teguh menegakkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
3. Bahwa kami, masyarakat se -Malang Raya berjanji tetap setia dan teguh menegakkan negara kesatuan Republik Indonesia.
4. Bahwa kami, masyarakat se-Malang Rqya berjanji tetap setia dan teguh menegakkan Bhineka Tunggal Ika.
Pembacaan sumpah pemuda dan deklarasi itu diikuti oleh peserta aksi.
Setelah aksi usai, panitia melalui pengeras suara mewanti-wanti peserta aksi supaya mengambil sampah jika ada yang berserakan di lokasi aksi.
"Tolong sampahnya dikantongi. Tolong lihat kanan dan kiri, mungkin masih ada sampah yang tercecer, tolong dipungut," teriak panitia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/berita-aliansi-merah-putih_20170520_214716.jpg)