Nasional
15 Fakta Mengejutkan Penggerebekan Pesta Homo Bertajuk The Wild One, Nomor 9 Konyol Banget
Penggerebekan itu dilakukan Minggu (21/5/2017) sekitar pukul 19.30 WB. Berikut fakta-fakta mengejutkan dari pesta seks tersebut.
11. Pernah digeruduk FPI
Ruko yang diduga dipakai kelompok homoseks itu pernah digeruduk oleh ormas Front Pembela Islam (FPI) pada lima bulan lalu.
“Dulu ruko ini pernah disamperin sama FPI,” ujar Robi, pegawai yang berkantor di sebelah ruko tempat pesta seks.
Menurut Robi, saat itu tiga anggota FPI diterima oleh perwakilan pengelola tempat fitnes tersebut.
“Habis didatangi, ruko ini sempat tutup sampai 10 hari. Eh habis itu ramai lagi,” jelas Robi.
Robi mengatakan FPI sempat memasang banner putih yang melarang tempat fitnes itu beroperasi.
Tidak tampak papan nama pada ruko empat lantai berwarna cokelat tersebut.
12. Tak ditemukan narkoba
Polisi akan melakukan tes urine terhadap 141 orang yang diamankan di ruko tersebut.
Tes urine itu dilakukan untuk melihat adanya indikasi narkotika dalam penggerebekan itu.
Menurut Dwiyono, saat penggerebekan tidak ditemukan narkoba.
“Tidak ada narkoba. Tes urine ini untuk mendalami apakah ada penyalahgunaan narkoba di sana,” ujarnya.
13. Omzet fantastis
Menyinggung omzet acara itu, Kapolres menyebut angka Rp 26 juta.
Angka itu berdasarkan harga tiket Rp 185 ribu dikalikan jumlah pengunjung yang datang.
Setelah membayar biaya masuk, mereka mendapatkan handuk, kondom, dan minyak pelicin. Mereka diperkenankan untuk menggunakan fasilitas ruko berlantai empat tersebut.
Alat kontrasepsi tampak bertebaran di tempat pembuangan sampah seberang ruko. Bungkus alat kontrasepsi tersebut tampak bertuliskan, ‘Pleasure Plus: Kondom Laki-laki’.
Bungkus tersebut tampak terbuka dan berwarna merah.
Tempat pembuangan sampah tersebut berada sekitar 10 meter di seberang lokasi penggerebekan.
14. Jadi incaran bule
Nama Atlantis Gym ternyata sudah terkenal bagi kalangan homoseksual di mancanegara.
Beberapa warga negara asing kerap mendatangi tempat fitnes yang digerebek oleh pihak Polres Metro Jakarta Utara, Minggu malam, (21/5/2017).
“Bule sering nanya tempat ini, Atlantis dimana,” ujar Fatullah, salah satu karyawan ruko yang berada persis di samping tempat kejadian perkara (TKP).
Fatullah mengatakan bahwa para pria penyuka sesama jenis tersebut sering tersasar kala mencari tempat ini.
“Soalnya kan ini gak ada plang namanya jadi suka pada nyasar,” tambah Fatullah.
15. Warga pergoki dua laki-laki saling ciuman
Warga kerap sering melihat sesama berpegangan tangan, hingga berciuman di lokasi parkir, yang terletak di depan ruko lokasi fitnes.
Fatullah mengaku telah mengetahui adanya praktik seks LGBT di lokasi itu sejak setahun silam.
“Saya pernah melihat dua pria yang berciuman saat di depan ruko,” ujar Amal Fathullah (27), karyawan PT KAS Express.
“Saya sih belum pernah masuk ke dalam situ (lokasi fitnes). Tapi sering melihat perilaku menyimpang pengunjung di luar ruko,” paparnya.