Jumat, 24 April 2026

Malang Raya

Bangun Tiga Sanggar di Kota Malang untuk Berbagi Cara Mengasuh Anak

Kegaitannya berisi tentang pemberian wawasan masa depan untuk anak remaja, memberikan motivasi, dan mengajarkan publik speaking.

Penulis: Benni Indo | Editor: eko darmoko
ABYZ WIGATI FOR SURYAMALANG.COM
Abyz Wigati dan anak-anaknya 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Keberhasilan Abyz mengasuh anak tak serta merta ia nikmati sendiri. Abyz juga berbagi pengalamannya tentang peran keluarga dalam mendidik anak.

Ia mendirikan lembaga bernama Harapan Umat. Ada beberapa cabang di harapan umat seperti Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), Pondok Parenting Harum, Ruang Cita-cita, dan Taman Anak Sejahtera (TAS). Semua lembaga itu mengandalkan dana dari kementrian sosial dan donator, kecuali Pondok Parenting.

Keempat lembaga yang ia kelola itu bermuara pada pola asuh orangtua dan pengembangan bakat minat anak. Hal yang menjadi pembeda hanya segmentasinya saja. Segmentasinya mulai dari orang tua hingga anak-anak, baik itu anak yang tinggal di rumah maupun anak jalanan.

Abyz Wigati dan suaminya Noor Choirullah baru saja tiba di kantor Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Harapan Umat (Harum) di Jl Candi Panggung No 1, Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (26/5/2017) pagi.

Mereka segera masuk ke dalam sebuah ruangan yang berukuran sekitar 5x6 meter. Tak lama berselang, sejumlah anak muda secara bertahap datang dan masuk ke dalam.

Ternyata mereka adalah para relawan di LKSA. Satu dari beberapa yang datang membawa seorang perempuan asal Belanda bernama Julia Smid yang masih berusia 18 tahun.

Kepada SURYAMALANG.COM, Julia mengatakan sudah dua kali berkunjung ke Indonesia. Namun ia baru datang ke Malang seminggu lalu. Kedatangannya ke Malang untuk menjadi relawan di LKSA. Tak lama kemudian Julia dan seorang rekannya bersama Noor pamitan pergi ke sebuah panti asuhan di Karangploso.

Abyz memang telah menjalin kerjasama dengan sebuah komunitas di Belanda. Jalinan kerjasama bermula dari perkenalan Noor dengan seorang Belanda yang beristrikan orang Indonesia di Kota Malang.

“Julia ini adalah orang ke empat. Sebelumnya ada tiga warga negara Belanda yang ikut,” papar Abyz.

Anak-anak muda itu mendatangi panti asuhan. Di sana, mereka memberikan pengajaran kepada anak-anak. Sembari memberikan materi soal ilmu pengetahuan, para relawan juga mengajak anak-anak membangun kepercayaan diri.

Kegiatan LKSA sudah dijalankan Abyz dan suaminya sejak 2005. Butuh waktu Sembilan tahun ketika izin operasional dan lembaganya diakui, yaitu pada 2014. Di LKSA ini, Abyz mendorong gerakan sosial untuk pendampingan dan pengasuhan anak yang rentan dan terlantarkan.

Ia mendekatkan diri dengan masyarakat. Di situ, Abyz dan masyarakat membuka sanggat anak. Saat ini sudah ada tiga sanggar yaitu di Dinoyo, Gadang, dan Muharto.

“Kami memberikan layanan pembelajaran dan pengasuhan kepada anak-anak yang turun ke jalan dan usianya sudah sekolah,” ujarnya.

Lembaga keduanya adalah Pondok Parenting Harum yang didirikan pada 2013. Di lembaga ini, para orang tua terlibat langsung dalam kegiatan seminar, diskusi workshop maupun sharing parenting intensive.

Di temui di tempat terpisah, Antinna Ema (38) adalah satu dari sekian banyak orang tua yang kerap ikut kegiatan Pondok Parenting Harum. Ema mengatakan belajar banyak dari Abyz terkait pola asuh kepada anak. Di antaranya adalah pola tutur ke anak.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved