Malang Raya
Demi Mengurai Kemacetan saat Musim Mudik, Ini Upaya Dinas Perhubungan dan Polres Malang
keberadaan PKL di jalur utama seringkali menimbulkan penyempitan jalan yang berdampak pada kepadatan dan kemacetan lalu lintas
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang menghimbau kepada pedagang kaki lima (PKL) yang ada di bahu jalan utama untuk mengurangi aktivitasnya saat mudik Lebaran.
Pasalnya, keberadaan PKL di jalur utama seringkali menimbulkan penyempitan jalan yang berdampak pada kepadatan dan kemacetan lalu lintas.
Kepala Dishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi mengatakan, berdasarkan kajian dan pembahasan yang dilakukan Dishub, sejumlah ruas jalan utama Kabupaten Malang memiliki potensi kemacetan cukup tinggi saat mudik Lebaran.
Salah satunya ruas Jalan Singosari dan Lawang yang pada tahun lalu mengalami kemacetan parah saat mudik lebaran. Diperkirakan jumlah pemudik roda dua diprediksi mencapai 373 ribu pemudik dan pemudik kendaraan roda empat ke atas diperkirakan mencapai 428 ribu pemudik.
"Untuk itulah, kami berupaya keras agar terjadinya kemacetan di ruas-ruas jalan utama Kabupaten Malang saat mudik dan libur Lebaran bisa dikurangi," kata Hafi Lutfi, Senin (12/6/2017).
Dijelaskan Hafi Lutfi, selain keberadaan PKL di jalur utama yang harus bersih saat mudik dan liburan, pihaknya juga mewaspadai adanya pasar tumpah di jalur-jalur utama Pemkab Malang.
Yakni pasar tumpah di Lawang, Singosari, Tumpang, Pakis, dan Gondanglegi. Dishub Kabupaten Malang nantinya akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan akibat pasar tumpah.
Di antaranya dengan memberi batas jalan yang membagi jalan menjadi dua jalur di depan pasar tumpah. Dengan demikian warga di pasar tumpah tersebut tidak lalu lalang di jalan utama yang bisa menimbulkan kemacetan.
"Nanti petugas Dishub akan berjaga di pasar tumpah, mereka akan langsung melakukan rekayasa mengurai kemacetan yang terjadi," ucap Hafi Lutfi.
Di samping itu, tambah Hafi Lutfi, Dishub bersama Polres Malang akan menutup sejumlah jalan putar balik di jalur-jalur utama lalu lintas Kabupaten Malang. Terutama putar balik jalan di jalur Singosasi dan Tumpang yang akan dikurangi jumlahnya.
Setidaknya, dari jumlah putrar balik saat ini akan ditutup 50 persen. Ini dikarenakan jalan putar balik akan banyak menghambat lalu lintas mudik dan libur lebaran.
"Untuk itu, kami akan menyiapkan pita untuk menutup tempat putar balik tersebut," ujar Hafi Lutfi.
Sementara, Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Malang, AKP M Purbandono Bobby D mengatakan, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan saat mudik dan balik serta libur Lebaran nanti.
Polres Malang juga akan menempatkan personil Satlantas di titik lokasi secara maksimal. Memang, diakui Purbandono Bobby, wilayah Malang khususnya Lawang dan Singosari bukan termasuk jalur arus mudik dan balik lebaran.
Akan tetapi, pada saat saat libur Lebaran bisa dipastikan jalan tersebut akan mengalami kepadatan lalu lintas wisatawan baik yang menuju ke Kota Malang atau ke Kota Batu.
"Untuk itu, Personil Satlantas akan kami tempatkan di titik rawan kepadatan lalu lintas saat libur lebaran nanti," tutur Bobby.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/suasana-sebuah-ruas-jalan-di-kepanjen-kabupaten-malang-senin-1262017_20170612_185119.jpg)