Pilkada Kota Malang
Tiga Pucuk Pimpinan 'Bertempur' di Pilkada Kota Malang, Siapa Dominan?
Munculnya nama Sutiaji di bursa N-1 menjawab rumor beberapa pekan terakhir. Ia melengkapi nama-nama pimpinan lain kota Malang yang lebih dulu muncul
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dinamika Pilkada Kota Malang 2018 makin menggeliat. Tokoh pemerintahan di Kota Malang yang bakal memeriahkan perjalanan menuju pesta demokrasi itu makin terlihat.
Setidaknya tiga tokoh pemerintahan bakal bersaing yakni Wali Kota Malang Moch Anton, Wakil Wali Kota Malang Sutiaji, dan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono. Ketiganya bakal berkompetisi demi merebut kursi N-1 alias kursi wali kota.
Munculnya nama Sutiaji di bursa N-1 menjawab rumor beberapa pekan terakhir. Sejak tiga pekan terakhir, SURYAMALANG.COM mendengar informasi kalau Sutiaji bakal masuk ke gelanggang melalui PDI-Perjuangan.
Selasa (13/6/2017) malam, sekitar pukul 21.30 WIB, Sutiaji bersama sekitar 35 orang mendatangi posko pendaftaran bakal calon kepala daerah oleh PDIP di Kantor DPC PDIP Kota Malang di Jl Panji Suroso Kecamatan Blimbing.
Ia datang untuk mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Malang melalui PDIP. Tidak hanya mengambil formulir, ia juga membayar dana gotong royong yang menjadi syarat wajib mereka yang ikut Pilkada melalui pintu PDIP.
Sutiaji menegaskan PDIP merupakan partai yang telah membuka pendaftaran secara terbuka, baik untuk internal kader maupun eksternal kadernya. Karena itulah, ia memilih mendaftar melalui PDIP.
Sutiaji mengakui dirinya bukanlah kader partai banteng moncong putih itu. "Tetapi jiwa saya Sukarnoisme, dan saya siap melaksanakan Trisakti Sukarno," tegas Sutiaji.
Meski bukan kader PDIP, ia optimistis bisa mendapatkan rekom dari DPP PDIP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/sutiaji-kiri-mengambil-formulir-bakal-calon-wali-kota-malang-di-kantor-dpc-pdip-kota-malang_20170614_095148.jpg)