Minggu, 19 April 2026

Bangkalan

Tragis, Pasutri Renta Ini Tewas Terbakar, Begini Aktivitasnya Sebelum Meninggal

Dalam kesehariannya, lanjutnya, kedua pasutri itu selalu menggunakan lampu teplok yang terbuat dari kaleng susu dilengkapi sumbu.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Ahmad Faisol
Reruntuhan rumah H Ayub (85) dan Hj Sitiyah (75) setelah terbakar, Kamis (20/7/2017). 

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN – Tragis. H Ayub (85) dan Hj Sitiyah (75) tewas mengenaskan setelah rumahnya di Desa Tanagurah Timur, Kecamatan Sepulu, Bangkalan ludes terbakar, Kamis (20/7/2017) pagi.

H Ayub tuna netra. Sedangkan istrinya mengalami lumpuh.

Selama ini korban tinggal berdekatan dengan putrinya, Hj Zaimah (48).

“Rumah korban berada di belakang rumah anaknya,” ungkap Hadari, Camat Sepulu kepada SURYAMALANG.COM.

Saat kebakaran terjadi, pasangan suami istri (pasutri) ini terjebak di tengah api yang dengan membakar tempat tinggalnya. 

“Anaknya tidak sempat memadamkan api karena api langsung membesar,” jelas Hadari.

Dalam kesehariannya, lanjutnya, kedua pasutri itu selalu menggunakan lampu teplok yang terbuat dari kaleng susu dilengkapi sumbu.

“informasi dari tetangga, lampu teplok itu diletakkan di kamar. Kemungkinan api berasal dari dalam rumah,” terangnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Anton Widodo mengatakan pasutri itu menggunakan lampu teplok untuk penerangan pada malam hari. Padahal beberapa sudut rumahnya sudah teraliri listrik.

“Kami masih menyelidiki penyebab kebakarannya,” ungkap Anton.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved