Malang Raya
Temukan 'Kecurangan', UB Malang Protes Kemenangan UM di MTQMN XV
persyaratan peserta MTQMN XV adalah mahasiswa aktif jenjang Sarjana atau Diploma yang usianya maksimal 23 tahun, 11 bulan, 30 hari saat mendaftarkan
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Kemenangan Universitas Negeri Malang (UM) sebagai juara umum di Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) XV yang baru saja selesai digelar, ternyata sempat dihiasi protes.
Protes tersebut datang dari Wakil Rektor bidang kemahasiswaan Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Ir Arief Prayitno MS terhadap juara Hifzh Al Quran 10 juz dari UM, Fazlur Rahman Rahawarin.
Fazlur dianggap sudah tidak lagi berstatus mahasiswa karena telah menyelesaikan sidang skripsi pada akhir 2016. Belum lagi, nama Fazlur ditemukan pada daftar calon mahasiswa S2 di Prodi Akuntansi UM.
Padahal, persyaratan peserta MTQMN XV adalah mahasiswa aktif jenjang Sarjana atau Diploma yang usianya maksimal 23 tahun, 11 bulan, 30 hari saat mendaftarkan diri.
"Saat dia tampil di cabang musabaqah Hifzh Alquran, kebetulan saya menonton langsung. Saat itu ada seseorang yang mengaku sebagai pembina Fazlur saat MTQMN 2 tahun lalu, dan mengatakan bahwa anak itu sudah lulus," jelas Arief pada SURYAMALANG.COM, Minggu (6/8/2017).
Setelah mendapat kabar itu, Arief pun mulai menelisik tentang Fazlur hingga ke pondok pesantrennya di Pakis.
"Pondok pesantrennya juga mengatakan bahwa dia sudah lulus. Kemudian saya temukan skripsinya sudah terunggah di database perpustakaan UM," lanjutnya.
Namun saat dilaporkan ke juri, juri mengatakan keputusan mereka tidak bisa diganggu gugat.
"Juri hanya menilai penampilan saat lomba, seleksi peserta kan sudah diserahkan pada panitia sebelum lomba dimulai," terang Arief.
Arief sudah melaporkannya ke Kemenristekdikti yang kemudian memanggil Arief dan Wakil Rektor bidang kemahasiswaan UM, Dr Syamsul Hadi MPd MEd. Saat itu, penjelasan Syamsul dinilainya kurang meyakinkan dan tidak konsisten.
"Ketika ditanya satu kali, beliau mengatakan masih skripsi, lalu ditanya lagi bilang sudah lulus, ditanya ketiga kali dibilang sudah alon mahasiswa S2. Kami juga jadi semakin tidak yakin," tuturnya.
Selain itu, Arief juga sudah melaporkannya pada forum Wakil Rektor 3 (bidang kemahasiswaan) se-Indonesia dengan ketuanya adalah Wakil Rektor 3 UGM.
"Protes ini bukan untuk mencoreng nama salah satu kampus atau apa, tapi untuk memperbaiki nama MTQ yang seharusnya menjadi ajang membumikan Alquran dan mencetak generasi emas Qurani. Jika benar apa yang saya duga, ini akan merusak nama baik MTQ," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/mtqmn_20170728_203726.jpg)