Minggu, 26 April 2026

Malang Raya

BI Gandeng Petani Kentang di Kota Batu, Ada Strategi Baru Menghadapi Turunnya Harga Jual

Menurunnya harga jual kentang dikarenakan saat panen yang berbarengan, jadi di pasar harga jual tidak begitu tinggi.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Sriyani saat menunjukkan kentang dagangannya yang dipasok dari Jurang Kuali di Pasar Besar Batu, Rabu (27/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Bank Indonesia (BI) Cabang Malang Raya, menggandeng beberapa petani di Kota Batu. Satu di antaranya adalah petani kentang.

Kerjasama ini didasarkan temuan adanya keluhan dari para petani di Kota Batu terkait harga jual panen yang rendah.

Padahal, seharusnya setelah panen petani bisa menjual dengan harga yang relatif tinggi.

Menurunnya harga jual itu, dikarenakan saat panen yang berbarengan, jadi di pasar harga jual tidak begitu tinggi.

Arief Budi Laksono, Analis Ekonomi dan Keuangan Ekonomi Makro, mengatakan karena harga kentang menjadi salah satu penunjang inflasi, oleh karena itu BI memberikan bantuan kepada petani kentang di Kota Batu.

Bantuan itu juga merupakan program nasional.

Di Kota Batu, bantuan yang diberikan dan sudah berjalan sekitar 3 tahun lebih itu berupa alat pengolahan kentang pasca panen. 

"Berupa alat. Jadi kami memberikan solusi agar petani kentang ini bisa dan mampu mengelola kentang pasca panen," kata Arief kepada suryamalang.com, Rabu (27/9/2017).

Ia memberikan contoh, semisal alat pengolahan kentang menjadi kentang goreng. Alat itu, sudah diberikan kepada beberapa petani di Kota Batu, terutama menyasar untuk ibu-ibu.

Lewat pola itu diharapkan petani tidak bingung ketika panen massal yang menyebabkan harga jual kentang jadi turun. 

"Dengan begitu mereka sudah tahu bagaimana caranya apabila saat panen massal, mereka bisa menyiasati," imbuh alumnus Universitas Brawijaya ini.

Tak hanya itu, beberapa petani di Kota Batu juga diajak untuk menjadi binaan BI.

Diharapkan setelah jadi binaan, petani ini mampu mengelola hasil pertanian secara mandiri.

Tentu, petani juga harus tergabung di dalam Gapoktan. Karena, dengan Gapoktan, permasalahan petani ini bisa terpantau dan bisa dicarikan solusinya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved