Jendela Dunia
Pinjaman Ini Sasar Pelajar, Tanpa Agunan, Tapi Dampaknya . . . Ngeri! Bisa Sampai Bunuh Diri
Sistem pinjaman ini menyasar pelajar dan mahasiswa. Peminjam tidak perlu memberi pinjaman berupa barang. Tapi dampak dari peminjaman itu mengerikan.
SURYAMALANG.COM, TIONGKOK – Akhir-akhir ini sering muncul kasus bunuh diri.
Bukan hanya di Indonesia.
Sejumlah kasus bunuh diri juga sering terjadi negara lain.
Di antaranya adalah Tiongkok.
Angka bunuh diri yang melibatkan pelajar di negara itu cukup tinggi.
Dilansir Next Shark, meningkatnya jumlah pelajar yang bunuh diri di Tiongkok di antaranya adalah karena pinjaman mahasiswa.
Hal ini membuat netizen marah.
Dalam beberapa tahun terakhir, topik angka bunuh diri mahasiswa karena terjebak hutang telah meningkat di media lokal atau platform jejaring sosial.
Dinyatakan bahwa sistem pinjaman ini mengenakan suku bunga yang terlalu tinggi.
Sebagai sasaran adalah kampus atau universitas dengan memanfaatkan sifat materialisme kaum muda.
Menurut para siswa, agen pemasaran perusahana peminjaman sering ditempatkan di universitas dengan iklan yang ditempel di kampus.
Pemohon pinjaman hanya diminta untuk memberikan rincian kontak mereka juga kebutuhan keluarga dan teman untuk memperoleh kredit murah.
Syarat memang mudah.
Namun bunga dan denda meluncur di luar kendali.
Menurut Reuters, awalnya suku bunga pada tahun 2015 adalah 1-2%.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bunuh-diri-karena-pinjaman-di-tiongkok_20170930_084302.jpg)