Jendela Dunia
Pinjaman Ini Sasar Pelajar, Tanpa Agunan, Tapi Dampaknya . . . Ngeri! Bisa Sampai Bunuh Diri
Sistem pinjaman ini menyasar pelajar dan mahasiswa. Peminjam tidak perlu memberi pinjaman berupa barang. Tapi dampak dari peminjaman itu mengerikan.
Jumlah ini meningkat mencapai 13-27% dengan denda paling sedikit 0,5% per hari atau 517% per tahun.
Ada juga kasus di mana perempuan diminta mengirimkan foto tanpa busana sebagai agunan.
Mereka kemudian diancam bahwa foto itu akan diunggah di internet jika gagal membayar hutang.
Seorang mahasiswa universitas di Beijing mengatakan bahwa dia dipaksa keluar dari universitas setelah dilecehkan oleh para penagih utang.
Seorang korban juga utang sebesar Rp 100 juta.
Dia pun sering melihat berbagai pelaku kekerasan beraksi ketika menagih utang.
Ternyata awalnya utang itu hanya sebesar Rp 15 juta.
Dengan kata lain denda dan bunga mencapai nyaris 7x lipat dari jumlah utang semula.
Dia pun mengaku ceroboh dan tidak memikirkan konsekuensinya.
Mahasiswa lain bernama Zheng Dexing memulai hal yang sama.
Namun pada akhirnya, tekanan tersebut menjadi terlalu berat bagi anak berusia 21 tahun itu.
Setelah tenggelam dalam utang sebesar Rp 889 juta, dia memutuskan bunuh diri.
Untung mengurangi jumlah korban bunuh diri, akhirnya pemerintah Tiongkok memutuskan untuk menghentikan pinjaman mahasiswa ini sejak Juni 2017.
Meski demikian masih ada yang tetap beroperasi.
Berita ini sudah dimuat di Tribunwow.com dengan judul Jumlahnya Semakin Meningkat, Ternyata Ini Penyebab Bunuh Diri yang Paling Sering Terjadi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bunuh-diri-karena-pinjaman-di-tiongkok_20170930_084302.jpg)