Kamis, 30 April 2026

Malang Raya

Kerajinan Tangan Junrejo Riwayatmu Kini, Pengrajin Pilih Kerja Jadi Kuli

Salah satu ide inovasi yang ingin dimunculkan adalah membuka galeri.Sayangnya ide yang sudah ia cetuskan sejak lama itu tidak kunjung terwujud.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Tunik Zulkiah menunjukkan barang produksi di rumahnya, Rabu (25/10/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Beberapa tahun lalu, Dusun Rejosari di Kelurahan Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dikenal sebagai sentra kerjainan tangan peralatan dapur.

Namun, sejak dua tahun belakangan, sejumlah anak muda di tempat ini lebih memilih bekerja menjadi kuli bangunan daripada mengembangkan usaha yang sudah hidup sejak era 1960 an itu.

SURYAMALANG.COM mencoba menelusuri geliat UMKM di kawasan itu.

Sebuah rumah sederhana, di depannya terdapat papan yang bertuliskan Berkah.

Di bawahnya ada keterangan melayani perlatan dapur, souvenir dan terapi.

Pemiliknya adalah Tunik Zulaikah (51), warga Dusun Rejoso,RT 1/RW 10, Kel Junrejo, Kec Junrejo, Kota Batu.

Tunik terlihat sibuk mengurus paketan barang yang akan dikirim ke Bogor. Paket-paket itu berisi peralatan terapi.

Tidak jauh dari tempat paket-paket itu dikemas, ada barang-barang lainnya seperti cobek, serok, centong bahkan tas dan entong.

Mengawali usaha sejak 1997, Tunik mengatakan kalau saat ini kondisi usaha sedang lemah.

Bahkan ia mengatakan kalau kondisi yang ia alami saat ini lebih parah dibanding saat terjadi krisis moneter pada 1998 silam.

Kondisi sulit yang dihadapi Tunik sudah mulai terasa sejak 2015.

Jumlah pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan. Jika dalam kondisi normal Tunik bisa mendapat omset hingga Rp 150 juta per bulan, kini ia hanya mendapat sekitar Rp 70 juta per bulan. 

Selain turunnya omset, jumlah karyawan yang bekerja di tempat Tunik juga berkurang.

Para karyawan lebih memilih bekerja menjadi kuli. Dari 65 orang karyawan pada 2013, menjadi 20 orang karyawan pada tahun ini.

Menurut Tunik, turunnya perekonomian itu dampak dari goncang-gancing politik yang berada di pusat lalu turun ke daerah. 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved