Minggu, 10 Mei 2026

Kota Batu

Sepanjang 2026, Disnaker Catat Hanya Ada 4 Pekerja di Kota Batu yang di-PHK, Ini Penyebabnya

Tahun 2026 jadi tantangan berat bagi pekerja di Indonesia dengan 8.000 lebih orang terdampak PHK. Namun, Kota Batu punya cerita berbeda!

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Tribunnews/Jeprima
PHK KOTA BATU - Sejumlah pekerja berjalan saat jam pulang kerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2024). Dari data Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2026 ini total ada sebanyak 8.389 pekerja terdampak PHK. Khusus untuk Kota Batu, dari data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu hanya ada sebanyak empat pekerja yang kehilangan pekerjaanya. 

Ringkasan Berita:
  • Berbeda dengan data nasional yang mencapai 8.389 orang, di Kota Batu hanya ada 4 pekerja yang di-PHK hingga April 2026.
  • Bukan karena disrupsi teknologi atau AI, melainkan karena pekerja sudah memasuki usia lanjut (pensiun).
  • Disnaker memastikan keempat pekerja tersebut telah mendapatkan hak pesangon dan BPJS Ketenagakerjaan secara penuh.

SURYAMALANG.COM, BATU - Dari data Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2026 ini total ada sebanyak 8.389 pekerja terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Khusus untuk Kota Batu, dari data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu hanya sebanyak empat pekerja yang kehilangan pekerjaanya.

Gelombang pengurangan tenaga kerja di tingkat nasional terjadi karena penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan juga transformasi digital.

Bukan karena AI, tapi Faktor Usia

Sedangkan menurut Kepala Disnaker Kota Batu, Mokhamad Forkan, PHK yang dialami pekeja di Kota Batu bukan perkara AI, melainkan faktor usia.

“Tahun ini sampai dengan bulan April ada empat orang di PHK. Untuk penyebabnya karena pekerja sudah memasuki usia lanjut,” kata Forkan, Selasa (28/4/2026).

Terkait hak pekerja yang mengalami PHK, Forkan memastikan para pekerja telah mendapatkan hak pesangon.

“Benar. Perusahaan telah memberikan hak pesangon serta jaminan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Baca juga: Otak SK ASN Palsu Gresik Tertangkap di Kalimantan Tengah, Tipu 14 Korban hingga Rp1,5 Miliar

Forkan memastikan, sampai dengan saat ini di Kota Batu belum ada laporan PHK yang berkaitan langsung dengan penerapan teknologi AI di perusahaan.

“Belum ada laporan soal itu,” jelasnya.

Penyebab AI Belum Picu Pengangguran di Batu

Menurut Forkan, penyebab AI belum memicu pengangguran karena struktur perekonomian di Kota Batu didominasi sektor pariwisata, pertanian, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Dengan begitu, masih banyak sektor industri yang memerlukan tenaga kerja manusia.

“Namun kami mendorong pekerja memiliki kemampuan yang menjadi keunggulan manusia dan tidak mudah digantikan mesin,” terangnya.

Siapkan Benteng Hadapi Era Digital

Meski saat ini masih aman dari ancaman AI, Disnaker Kota Batu mulai menyiapkan antisipasi menghadapi perkembangan teknologi yang dinilai tidak bisa dihindari.

Beberapa langkah antisipasi itu di antaranya memberikan pelatihan literasi digital dasar yang relevan dengan sektor unggulan daerah.

Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Selasa 28 April 2026: Mayoritas Hujan, Kepanjen-Tajinan Berawan

Pelatihan difokuskan pada kemampuan yang sulit digantikan AI, seperti kreativitas, pemikiran kritis, komunikasi, serta empati dalam pelayanan pelanggan.

“Kami juga akan memfasilitasi sertifikasi profesi baru yang muncul akibat perkembangan teknologi, seperti analis data pariwisata maupun spesialis pemasaran digital berbasis AI,” pungkas Forkan.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved