Nasional

Polisi dan Warga Jaga Makam ini 7 Hari 7 Malam, Begitu Ditelusuri, Alasannya Bikin Merinding

Aneh, polisi dan warga jaga makam warga 7 hari 7 malam, setelah ditelusuri alasannya bikin merinding

Editor: Adrianus Adhi
Tribun Jogja
Warga dan Polisi Jaga Makam Warga 7 Hari 7 Malam 

SURYAMALANG.com - Bagi orang Jawa, Selasa kliwon jadi hari sakral dan dikeramatkan. Ini tak lepas dan kepercayaan masyarakat Jawa yang sudah turun temurun sejak nenek moyang.

Bila ada orang yang meninggal pada Selasa Kliwon, akan memunculkan mitos tersendiri.

Bagi orang-orang yang menganut ilmu hitam, jenazah orang yang meninggal pada Selasa Kliwon akan menjadi buruan.

Baca: Pengakuan Warga yang Jaga Kuburan Warga Berhari-hari, Alamak, Ternyata ini yang Mereka Dapati

Mereka percaya mayatnya bisa dijadikan jimat, diambil sebagai mahar pesugihan dan lain sebagainya.

Maka tak heran, di sejumlah daerah di Indonesia kerap terjadi laporan makam yang dibongkar, jenazah hilang, toli posong hilang dan lainnya.

Di Gunungkidul, Yogyakarta warga beramai-ramai menjaga makam seorang warganya yang meninggal tepat di Selasa Kliwon.

Tentu saja tindakan ini untuk mengantisipasi si jenazah agar tak terusik tangan-tangan jahil yang sedang mendalami ilmu hitam.

Adalah warga di Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop yang menjaga jenazah seorang warganya yang meninggal Selasa Kliwon.

Bahkan warga dibantu polisi untuk menjaga makam tersebut. Lamanya bahkan sampai 7 hari terus menerus.

Kepala Desa Karangwuni, Suparta mengatakan kepercayaan masyarakat di desanya, sama seperti kepercayaan masyarakat lainnya di Gunungkidul, yang mempercayai jika orang yang meninggal di malam Selasa Kliwon maka akan ditunggui.

"Kalau di desa kami biasanya ditunggui seminggu atau sampai 7 hari setelah meninggal, tetapi ada yang sampai 40 hari," katanya, Jumat (3/11/2017).

Ia menuturkan, warga yang menunggui makam dikarenakan percaya jika meninggal pada malam Selasa Kliwon, jenazah sering dicuri hewan liar.

"Sampai saat ini memang belum ada peristiwa pencurian jenazah, tetapi warga mengantisipasi," ucapnya.

Sunyoto, seorang warga dusun Teken, desa Karangwuni mengatakan masyarakat khawatir jenazah dicuri hewan liar, oleh karena itu warga menunggui disekitaran pusara orang yang baru saja meninggal dunia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved