Senin, 13 April 2026

Malang Raya

Kunker Komisi E DPRD Jatim ke Malang, Sekolah Ungkap Masalah Siswa di Perbatasan Malang Raya

Siswa memilih sekolah terdekat domisilinya. Misalkan siswa wilayah barat Kabupaten Malang ada yang sekolah di Kota Batu.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita widyawati
Suasana kunjungan kerja Komisi E DPRD Jatim terkait ranperda penyelenggaraan pendidikan, evaluasi unas dan PPDB, Kamis (9/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sejumlah anggota Komisi E DPRD Jatim melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Malang, Kamis (9/11/2017).

Tujuannya menemui para kepala SMAN dan SMKN e Malang Raya di aula SMAN Tugu

"Agendanya antara lain membahas ujian nasional dan PPDB," jelas Hari Mulyono, Kepala SMKN 8 kepada SURYAMALANG.COM, kAMIS (9/11/2017).

Jadwal kunker ini diperkirakan berlangsung sampai pukul 13.00 WIB.

Sementara itu dalam sambutannya, Budi Nurani, Wakil Kepala SMAN 3 menyatakan pertemuan dalam Kunker anggota dewan terkait Ranperda penyelenggaraan pendidikan yang sedang digarap dewan, Unas dan PPDB.

Gunawan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang membeberkan soal problem saat PPDB ( Pendaftaran Peserta Didik Baru) lalu adalah siswa yang wilayahnya tempat tinggalnya berada di perbatasan.

"Dari peta Malang Raya memang berbatasan dengan daerah lain," kata Gunawan.

Sehingga siswa memilih sekolah terdekat domisilinya. Misalkan siswa wilayah barat Kabupaten Malang ada yang sekolah di Kota Batu.

Sedang yang tinggal di perbatasan dekat Kabupaten Lumajang, maka akan memilih sekolah disana.

"Anak-anak bukan eksodus namun memilih bersekolah dekat rumahnya," jelas Gunawan.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved