Malang Raya
Longsor di Kota Malang Hari Minggu 12 November Kerugian Ditaksir Rp 111 Juta
Pemerintah daerah diimbau agar segera melakukan koordinasi dan antisipasi upaya penanggulangan bencana banjir, longsor dan puting beliung
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam di musim hujan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir, longsor, dan puting beliung," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugro dalam rilisnya, Minggu (12/11/2017) malam.
Rilis yang disampaikan ini terkait bencana tanah longsor yang terjadi di Kota Malang. Dalam rilisnya itu, Sutopo mengingatkan kembali masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana alam.
"Pemerintah daerah diimbau agar segera melakukan koordinasi dan antisipasi upaya penanggulangan bencana banjir, longsor dan puting beliung," tegasnya.
Sementara itu terkait longsor di Kota Malang, BNPB menyebut hujan berintensitas tinggi memicu tebing lereng dengan panjang 10 meter dan tinggi 2 meter longsor di Jalan Suko Agung Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Provinsi Jawa Timur pada Minggu (12/11/2017).
Material longsor menimpa dinding bagian belakang rumah sehingga jebol dan menimbun dua kamar kos. Rumah tersebut merupakan kost mahasiswa berpenghuni lima orang, di mana dua orang berada di dalam kos dan tiga orang sedang di luar saat kejadian longsor.
Material longsor dan dinding yang jebol menimpa dua mahasiswi yang sedang berada di dalam rumah itu. Satu orang mahasiswi meninggal dunia, atas nama Dina Oktaviani (20), mahasiswi Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Korban asal Pekalongan Jawa Tengah.
Diduga korban tertidur saat longsor. Satu orang mahasiswi luka ringan atas nama Paulina (20), mahasiswa Jurusan Satra Perancis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Dampak longsor lain adalah berupa kerusakan fisik seperti dua kasur, lemari dari playwood, laptop, dan kerusakan bagian belakang rumah seluas 168 meter persegi. Ditaksir kerugian ekonomi sekitar Rp 111 juta.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Malang telah melakukan penanganan darurat bersama instansi terkait. Rumah saat ini dikosongkan karena dikhawatirkan ada longsor susulan. Police line dipasang di sekitar lokasi.
Sementara itu, longsor juga terjadi di Kampung Pasar Wangi RT 6 RW 2 Desa Singajaya Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung pada 12/11/2017 pukul 17.00 WIB. Dua rumah rusak akibat tertimpa longsor. Tidak ada korban jiwa dari longsor tersebut.
Di tempat lain, bencana banjir yang terjadi sejak Selasa (7/11/2017) hingga saat ini masih merendam Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat.
Sebanyak 2.619 rumah terendam banjir sehingga 216 KK masih mengungsi. BPBD dibantu berbagai pihak memberikan bantuan kepada korban banjir. BPBD mendirikan posko di Kecamatan Baleendah. Makanan siap saji dan bantuan telah disalurkan kepada korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tanah-longsor-di-kawasan-joyogrand-inside-kelurahan-merjosari-kecamatan-lowokwaru-kota-malang_20171112_192842.jpg)