Breaking News:

Malang Raya

Kementerian Perdagangan Perjuangkan Daun Teh Indonesia Diterima Kembali di Eropa

Residu itu ada di daun teh dari Indonesia karena proses pengeringan yang masih tradisional, yaitu menggunakan kayu bakar.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Direktur Pengamanan Perdagangan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI, Pradnyawati di Universitas Brawijaya, Selasa (21/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Direktorat Pengamanan Perdagangan (DPP) Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI hadir di Universitas Brawijaya (UB) dalam DPP Goes to Campus, Selasa (21/11/2017).

Direktur Pengamanan Perdagangan, Pradnyawati menyatakan Kemendag butuh ahli hukum perdagangan internasional.

Di antaranya untuk mengembalikan kepercayaan Eropa agar mengimpor daun teh dari Indonesia.

“Sekarang kami fokus daun the. Sebab, Eropa menolak impor daun teh dari Indonesia sejak 3 tahun terakhir karena alasan kebersihan produk,” jelas Pradnyawati kepada SURYAMALANG.COM.

Ekspor daun teh mencakup 60 persen petani kecil yang dinaungi PTPN maupun swasta.

Saat ini ekspor tersebut diblok Eropa sehingga turun sekitar 20 persen.

“Jika terus terhambat, petani akan dirugikan. Sebab, penjualan saat panen menurun karena tidak ada kebutuhan ekspor.”

“Banyak pula perkebunan teh yang alih fungsi menjadi perkebunan lain yang lebih bermanfaat,” lanjutnya.

Alih fungsi tersebut bisa menjadi perkebunan kelapa sawit atau menjadi lokasi resort dan hotel.

“Sesuai bukti saintifik yang mereka teliti, daun teh dari Indonesia mengandung 0,01 mg/kg residu pestisida anthrax toxin yang karsinogenik.”

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved