Malang Raya

Migas dan Pertambangan Bisa Jadi Lokomotif Perekonomian Nasional

Dia berharap MoU dengan perguruan tinggi bisa saling memanfaatkan potensi untuk mewujudkan dan mensinergikan harapan masing-masing.

SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, Didik S Setyadi SH MH (kiri) di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Senin (27/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, Didik S Setyadi SH MH menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertema Reformasi Kelembagaan Tata Kelola Migas di Indonesia di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB), Senin (27/11/2017).

Didik menjelaskan saat ini investasi migas sedang lesu.

Sebab, harga minyak sedang turun drastis.

“Kondisi tersebut dampaknya luar biasa karena kegiatan migas bisa membentuk kegiatan lain berupa ketersediaan energi atau aktivitas yang berhubungan dengan migas,” tutur Didik kepada SURYAMALANG.COM.

Aktivitas migas juga membuka lapangan kerja serta pengadaan barang dan jasa yang besar.

“Ketika kegiatan itu mengecil, aktivitas lain juga menyempit.”

“Sekarang tugasnya adalah membangkitkan kembali migas dan pertambangan.”

“Bukan hanya sebagai penerimaan negara, tetapi juga lokomotif perekonomian nasional,” harapnya.

Dia berharap MoU dengan perguruan tinggi bisa saling memanfaatkan potensi untuk mewujudkan dan mensinergikan harapan masing-masing.

“Kami berharap kampus ikut menyuarakan kebutuhan rakyat dan keinginan SKK Migas dalam pembentukan UU Migas.”

“Jadi nantinya migas dan pertambangan bisa mensejahterakan dan memakmurkan rakyat,” terangnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved