Nasional
8 Fenomena Langit yang Akan Terjadi pada Desember 2017, Ada Hujan Meteor, Catat Tanggalnya!
Sebenarnya ada sembilan fenomena langit menarik selama Desember 2017. Supermoon sudah muncul beberapa hari lalu.
SURYAMALANG.COM - Tidak terasa, tahun 2017 segera berakhir.
Saat ini kita sudah memasuki bulan terakhir dalam satu tahun, yakni Desember.
Nah, mumpung masih ada sebulan sebelum tahun 2017 berakhir, ada baiknya kamu menikmati beberapa fenomena langit yang bakal terjadi.
Dalam bulan ini tercatat ada 9 fenomena langit yang terjadi.
Sebenarnya ada sembilan fenomena langit menarik selama Desember 2017.
Supermoon sudah muncul beberapa hari lalu.
Kini hanya tersisa 8 fenomena langit lagi.
Penasaran apa saja fenomena langit itu dan tanggal terjadinya?
Tribunstyle melansir dari infoastronomy, inilah ulasannya.
1. Konjungsi Saturnus dengan Merkurius
Planet Saturnus dan Merkurius akan sejajar pada Rabu (6/12/2017) pukul 18.25 WIB.
Sayangnya, fenomena langit ini agak sulit terlihat di langit Indonesia.
Kedua planet ini akan berada di rasi bintang Sagitarius.
Fenomena langit ini terlalu luas jika dilihat lewat teleskop.
Karena itu, dianjurkan untuk menggunakan teropong atau mata telanjang.
2. Fase Bulan Kuartir Akhir
Selang empat hari kemudian atau 10 Desember 2017, bulan akan mencapai fase kuartir akhir.
Fenomena ini akan menyebabkan bulan terbit sekitar tengah malam dan akan tampak hingga tengah hari.
3. Konjungsi Bulan dengan Planet Mars
Pada tanggal 14 Desember 2017, kamu bisa melihat dengan jelas penampakan Planet Mars dengan mata telanjang.
Hal itu dikarenakan bulan akan memandumu untuk menemukan planet merah tersebut.
Planet Mars akan tampak seperti bintang merah terang yang tidak berkelap-kelip di langit malam pada tanggal itu.
4. Hujan Meteor Gemini
Pada tanggal 13 hingga 14 Desember 2017, akan terjadi hujan meteor penutup tahun.
Namanya adalah hujan Meteor Geminid.
Pengamatan hujan meteor ini bisa dilakukan mulai tanggal 13 Desember 2017 pukul 23.00 waktu setempat.
Hujan meteor ini bisa terus diamati hingga menjelang Matahari terbit.
Kamu tidak perlu teleskop untuk melihat fenomena langit tersebut.
Nikmatilah pemandangan bola api yang berjatuhan dari langit.
5. Konjugasi Bulan dengan Jupiter
Bulan dan Jupiter akan berada dalam titik terdekat pada tanggal 15 Desember 2017.
Di langit Indonesia, pasangan benda langit ini akan terbit di langit fajar.
Yakni sekitar pukul 02.57 waktu lokal, atau sekitar 2 jam 37 menit sebelum matahari terbit.
Namun, pengamatan disarankan dilakukan pukul 04.00 dini hari waktu lokal.
Saat itu keduanya berada di atas 10 derajat dari cakrawala timur.
6. Fase Bulan Baru
Pada tanggal 18 Desember 2017, kamu dipastikan tidak akan melihat Bulan.
Hal ini disebabkan adanya konjungsi Bulan dengn Matahari sehingga terjadilah fenomena fase Bulan Baru.
7. Soltis Desember
Soltis adalah tanda pergerakan semu Matahari akibat rotasi Bumi yang miring sekitar 23,5 derajat.
Tepat pada 21 Desember 2017, belahan bumi selatan akan memasuki pertengahan musim panas.
Dengan begitu, tanggal 21 Desember akan menjadi siang hari terpanjang di tahun 2017 bagi orang-orang yang tinggal di belahan Bumi selatan.
Sementara orang-orang yang tinggal di belahan Bumi utara akan merasakan malam hari terpanjang tahun ini.
8. Fase Bulan Kuartir Awal
Sepekan setelah fase Bulan Baru, Bulan akan memasuki fase Kuartir Awal.
Dengan kata lainl, Bulan akan berada tepat dia tas kepalamu saat Matahari terbenam.
Menjelang tengah malam, Bulan akan mulai terbenam.
Di Indonesia, Bulan kuartir awal akan terlihat jelas mulai pukul 18.21 waktu lokal saat senja.
Fase Bulan kuartir awal adalah saat yang bagus untuk melihat kawah-kawah di permukaan Bulan.
Berita ini sudah dimuat di Tribunstyle.com dengan judul 8 Peristiwa Langit yang Akan Terjadi Selama Bulan Desember 2017, Jangan Lupa Catat Tanggalnya!