Senin, 13 April 2026

Malang Raya

Ribut- Ribut Julukan Kampung Janda di Kota Malang, Setelah Didata Ternyata Jumlah Jandanya . .

Melihat data di tangannya, Andi akhirnya menyadari ada persoalan yang harus mendapatkan solusi.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Ny Nasemi salah satu janda penerima bantuan sosial pemerintah 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Populasi janda di RW 03 Jl Bandulan Gang VI Kelurahan Bandulan Kecamatan Sukun terdata 116 orang.

Pendataan ini dilakukan oleh Ketua RW 03 Kelurahan Bandulan Andi Setiawan paska lontaran 'Kampung Janda' tersebar dan menjadi pembicaraan.

"Awalnya lontaran tidak serius, tetapi kemudian saya seriusi juga dengan mendata jumlah janda di RW saya. Ini baru selesai. Saya kaget juga ternyata jumlahnya lebih dari 100, tepatnya 116 orang," ujar Andi kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (5/12/2017).

Andi kaget dengan populasi janda di RW-nya. Ditambah lagi, janda itu masuk dalam kelompok usia di atas 50 tahun dan kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Jumlah 116 orang janda itu dikelompokkan dalam dua kategori, yakni cerai mati dan cerai hidup.

Perempuan yang menjadi janda akibat ditinggal mati suaminya sebanyak 95 orang, dengan usia 50 tahun ke atas.

Sedangkan janda akibat bercerai dengan suami sebanyak 22 orang, dengan usia sampai dengan 40 tahun.

"Tetapi tidak hanya janda saja, ada juga duda. Jumlah dudanya sebanyak 19 orang," imbuh Andi.

Janda dan duda ini tersebar di sembilan RT yang bernaung di bawah RW 03.

Jumlah janda paling banyak ditemukan di RT 09, yang diikuti oleh RT 06.

Di dua RT ini, janda yang ditemukan berasal dari kelompok ekonomi menengan ke bawah.

Melihat data di tangannya, Andi akhirnya menyadari ada persoalan yang harus mendapatkan solusi.

Andi mengakui selama ini telah ada bantuan sosial dari pemerintah juga pribadi untuk warganya yang janda berusia lanjut juga masuk dalam kelompok ekonomi tidak mampu.

Bantuan sosial itu antara lain bantuan dari Kementerian Sosial seperti bantuan pangan dan uang, juga bantuan jaminan kesehatan nasional.

"Meskipun masih belum merata, karena ada beberapa yang tidak dapat," ujar Andi.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved