Malang Raya

Dugaan Kasus Jual Beli Ginjal di Malang, Ita Diana Berdamai dengan RSSA, Simak Kronologisnya

Dua pekan lalu, Ita bertemu dengan pihak RSSA membicarakan perdamaian di RSSA.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Ita Diana sedang memasak di dapur rumahnya, Kamis (18/1/2018). Ia mengaku kondisi membaik karena stresnya berkurang pasca adanya perdamaian dengan pihak RSSA. 

SURYAMALANG.COM, BATU –  Masih ingat kasus dugaan jual-beli organ ginjal yang melibatkan warga Batu dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) ?

Setelah polisi turut memeriksa dan menangani kasus itu, kabar baru datang dari Ita Diana, warga yang pertama melaporkan kasus ini. 

Ita Diana disebut telah berdamai dengan pihak RSSA Malang.

Dua pekan lalu, Ita bertemu dengan pihak RSSA membicarakan perdamaian di RSSA.

Tapi dalam pertemuan itu tidak ada Erwin Susilo sebagai pihak penerima donor ginjal.

Ditemui di rumahnya di Gang 10 Jl Wukir, Kelurahan Teman, Kota Batu, Ita nampak dalam kondisi sehat.

Ia baru saja selesai memasak saat SURYAMALANG.COM datang ke kediamannya.

Dalam kesempatan itu, Ita juga menegaskan kalau ia menandatangani surat perdamaian dengan pihak RSSA.

“Surat perdamaiaannya dibawa pengacara saya. Tapi saya memang sudah menandatangani,” katanya.

Ditanya perihal latar belakanga perdamaiaan itu, Ita menerangkan bahwa perdamaian itu atas insiatifnya sendiri karena merasa sudah lelah terhadap kasus yang ia alami.

Ita pun berkonsultasi dengan pengacaranya setelah itu berangkat ke RSSA.

“Memang saya yang memulai. Lihat kondisi saya, sudahlah kondisi saya begini. Saya capek. Intinya kesehatan saya. Pada pertemuan itu, ya kami saling tahu diri semua,” sambungnya, Kamis (18/1/2018).

Pada pertemuan itu, pihak RSSA juga memberikan uang tunai ke Ita.

Namun Ita tidak menyebutkan jumlah nominal yang ia terima.

Ia hanya menegaskan bahwa uang yang ia terima itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saat ini.

“Alhamdulillah pihak rumah sakit mau bantu. Saya sangat terima kasih ke RSSA termasuk juga kuasa hukum yang semata-mata membantu saya tanpa pamrih. Di sana ada dokter Rifai dan Atma. Kami juga baik-baik saling memaafkan,” papar perempuan yang kini hidup dengan satu ginjal tersebut.

“Saya tidak bisa sebutkan nominalnya. Yang jelas bisa meringankan. Alhamdulillah hidup saya sudah tenang,” sambungnya.

Ita juga menyayangkan tidak hadirnya pihak Erwin saat ada pertemuan di RSSA.

Hingaa Kamis siang, Ita mengaku tidak menjaling komunikasi dengan Erwin.

Ita sendiri sudah menganggap kalau Erwin adalah saudaranya.

Pasalnya, satu ginjalnya sudah berada di dalam tubuh Erwin.

“Dengan pak Erwin, saya sudah pasrah tidak mau nuntut. Tapi manusia tetap berharap agar beliau ingat saya. Doa terbaik dari saya semoga bisnisnya lancar. Ginjal saya satu di dia. Dia saudara saya,” harap Ita.

Ke depan, Ita berencana akan membuka warung untuk memulai usaha.

Ia juga mengurungkan niatnya untuk bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri. Ia mempertimbangkan faktor kesehatan jika harus bekerja di luar negeri.

Empat hari pasca perdamaian itu, Ita mencabut laporannya di Polres Malang Kota.

Ia juga mengatakan sempat diperiksa polisi dari Polda Jatim di kantor Kelurahan Temas.

Dalam pemeriksaan itu, polisi masih menanyakan cerita awal proses transplantasi hingga akhirnya kesepakatan damai.

Dari catatan SURYAMALANG.COM, proses pemeriksaan kasus dugaan jual beli organ ginjal ini masih dilakukan di Polres Malang Kota setidaknya sampai minggu lalu.

Pada 9 Januari 2018 Polres Malang Kota mengagendakan memeriksa dua orang dokter dari RS Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Keduanya adalah dr Atma Gunawan dan dr Rifai.

Keduanya akan diperiksa terkait SOP operasi transplantasi ginjal dari tubuh Ita Diana ke Erwin Susilo yang dilakukan di awal 2017 lalu.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha menerangkan, pemeriksaan kedua dokter itu setelah polisi mendapat keterangan dari saksi korban yakni Ita Diana. 

“Karena ada keterangan dari saksi korban makannya memeriksa dokter Atma dan Rifai. Kalau kedua dokter nanti menyebutkan yang lain, ya akan kami kembangkan lagi,” ujar Ambuka, Selasa (9/1/2018).

Hingga pekan lalu polisi sudah meminta keterangan dari lima orang di antaranya adalah Ita Diana, Erwin Susilo dan para asisten dokter.

Ambuka menjelaskan, salah seorang asisten dokter yang diperiksa membenarkan kalau ia mempertemukan Ita Diana dengan Erwin Susilo.

Belum diketahui secara pasti bagaimana kelanjutan penanganan kasus ini. 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved