Ibu Pergoki Putrinya Videocall Tanpa Atasan, ini yang Selanjutnya Terjadi
VT kaget bukan kepalang usai pergoki putrinya bertelanjang dada saat videocall
SURYAMALANG.COM, DENPASAR - Bikin miris kisah asmara terlarang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial M (14) dengan seorang pemuda bernama Andhika Akbar (22) berujung ke pihak kepolisian.
Sang Ibu kandung M, VT kaget bukan kepalang usai pergoki putrinya bertelanjang dada saat videocall dengan Andhika.
Setelah kepergok, sang Ibu pun mencari tahu sudah sejauh mana hubungan putrinya dengan lelaki yang tak diketahuinya tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Aan Saputra menjelaskan sang Ibu melayangkan laporan polisi setelah mendengar pengakuan putrinya yang pernah diajak ke tempat tinggal Andhika.
Kata dia, Ibu korban pada Rabu (17/1/2018) pukul 01.00 dini hari lalu, melihat putrinya sedang videocall dengan seseorang.
Saat dipergoki, VT kaget melihat anaknya yang masih belia ber-videocall dengan pelaku. Pelapor pun menyita ponsel yang digunakan, dan menanyakan siapa yang berhubungan dengannya.
"Dari sana pelapor mengetahui hubungan putrinya dengan pelaku. Saat itu pun ibu korban menaruh curiga dengan hubungan mereka," terangnya, Jumat (19/1/2018).
Setelah ditanya, korban pun mengakui bahwa pernah dirayu hingga berujung pencabulan. Mantan Kanit Reskrim Polsek Mengwi ini menjelaskan pelaku mencabuli korban di apartemen milik Andhika di Jalan Gunung Soputan, Denpasar pada Selasa (17/1) tepat sehari sebelum tepergok oleh Ibunya.
"Korban mengakui ke Ibunya bahwa pernah dicabuli di tempat tinggal pelaku," ujarnya. Setelah mendengar itu, VT pun melapor ke polisi.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda bernama Andhika (22), terpaksa ditangkap polisi lantaran terlibat aksi bejat pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Andhika melakukan aksi pencabulan tersebut pada Kamis (17/1/2018), sekitar pukul 18.00 wita sebuah apartemen di Jalan Gunung Soputan, Padangsambian, Denpasar Barat.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Aan Saputra mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari orang tuanya bahwa anaknya telah menjadi korban pencabulan.
"Berawal dari pelapor melihat anaknya melakukan video call dengan telanjang dada oleh seorang. Orang tuanya pun langsung menyita HP korban dan menanyakan dengan siapa melakukan video call," kata Iptu Aan Saputra kepada Tribun Bali, Jumat (19/1/2018).
Namun, awalnya korban menolak memberitahukan dengan siapa melakukan hal tersebut. Akhirnya setelah diajak dialog korban mengaku dan mengatakan pernah diajak ke suatu tempat bersama pelaku.
Orang tuanya pun curiga kalau anaknya pernah dicabuli dan atas kejadian tersebut orang tuanya melapor ke Mapolsek Denpasar Barat untuk dilakukan penanganan selanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/cabul-pencabul_20180120_090649.jpg)