Malang Raya
Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Pusing Pikirkan Terminal Tipe C
Ini dikarenakan sopir angkutan penumpang selalu mangkir dan menolak membayar retribusi Terminal tipe C.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Zainuddin
"Bila Terminal tipe C dibiarkan seperti sekarang maka bisa rugi," tandas Hafi Lutfi.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, kondisi nol retribusi dari Terminal tipe C cukup memprihatinkan.
Padahal, retribusi dari terminal termasuk sumber pendapatan asli daerah (PAD).
"Kondisi seperti itu tidak boleh terus terjadi. Harus ada langkah terbaik untuk menyumbang PAD," kata Didik Gatot Subroto.
Apalagi APBD telah banyak mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dan pembangunan Terminal tipe C.
Bila Terminal tipe C tidak memberi kontribusi ke PAD, rakyat yang dirugikan.
"Dishub harus mencari solusi terobosan agar Terminal tipe C kembali memberi kontribusi pada PAD," tutur Didik Gatot Subroto.abkan retribusi Terminal tipe C sering nol.
Ini dikarenakan sopir angkutan penumpang selalu mangkir dan menolak membayar retribusi Terminal tipe C.
Sebab, tidak ada kewajiban bayar retribusi Terminal tipe A yang dikelola Kemenhub dan Terminal tipe B yang dikelola Pemprov.
Kepala Dishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi mengatakan nol retribusi di terminal tipe C terjadi sejak awal 2017.
Saat itu pengelolaan Terminal tipe A dan B diambil alih Kemenhub dan Pemprov sesuai UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.
"Sebagai pengelola terminal tipe C, kami hanya bisa berharap agar di Terminal tipe A dan B kembali ada tarikan retribusi," kata Hafi Lutfi kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (28/1/2018).
Menurtnya, alasan belum adanya retribusi di Terminal tipe A dan B tersebut karena belum adan dasar hukum jelas, seperti Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Daerah (PD) Jatim.
Hal itu menjadikan retribusi di Terminal tipe A dan B belum bisa dilaksanakan.
"Itulah yang menjadi dasar pemikiran kami untuk menutup Terminal tipe C dan dialih fungsikan ke yang lain, seperti terminal wisata," ucap Hafi Lutfi.