Sidoarjo
VIDEO 'Nyoentik Mayit' Heboh, Lihat Ekspresi Dokter dan Perawat di Video Ini, Kasusnya Berlanjut
Ketika ditanya kenapa tak memberikan penanganan serius, si dokter malah terlihat kebingungan.
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Dyan Rekohadi
Pada pukul 21.00 WIB belum juga datang, namun seorang perawat menyuntikan sesuatu ke ibunya tanpa mengecek kondisi mendiang Supariyah.
Namun, Hamzah curiga, ketika perawat menyuntik, keadaan ibunya dalam keadaan tak sadar, tak bergerak, dan tak merespon, sama sekali.
Hamzah mengecek nadi ibunya, ternyata tak ada denyut.
Ternyata Supariyah sudah meninggal.
Mengetahui hal itu Hamzah pun memprotes dokter dan perawatnya.
Video saat protes itu ramai di media sosial beberapa hari terakhir.
Pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke Polda Jatim.
Keluarga sudah mengajukan somasi ke RS untuk meminta pertangghngjawaban penanganan medis ibu Supariyah.
"Tak ada tanggapan sama sekali oleh pihak RS," ucapnya.
Kuasa hukum keluarga, Achmad Yusuf, menambahkan pihaknya sudah mengirim dua somasi ke RS Siti Khodijah Taman. Somasi pertama tertanggal 10 Januari, namun tak digubris pihak RS.
"Somasi kedua 17 Januari baru ditanggapi. Isinya, mereka (RS) sudah lakukan sesuai SOP, meninggalnya ibu klien kami di luar kemampuan RS, dan kami diarahkan untuk menemui pengacara korporasi," tandas Yunus.
Yunus menyatakan pihaknya ingin meminta kejelasan terkait tak ditanganinya ibu Supariyah secara kekeluargaan.
"Kami lanjutkan somasi ketiga. Jika tak ditanggapi, kami akan langsung upayakan langkah hukum. Kami sudah melapor ke Polda Jatim dan MKDI terkait masalah ini," ungkap Yunus.
Pihak RS Siti Khodijah melalui Humas Emy Hudayanti, menyatakan belum bisa menanggapi peristiwa ini.
Namun, pihaknya bakal menggelar jumpa pers pada Selasa besok untuk menjelaskan duduk perkara tersebut.
"Besok (Selasa) akan kami jelaskan," ujar Emy melalui sambungan telepon
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/korban-rs-khadijah_20180129_141319.jpg)