Advertorial

Masih Triwulan I, Operasi Sadar Pajak Bersifat Persuasif

Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang kembali menggelar Operasi Gabungan Sadar Pajak, Senin (19/3).

Editor: Adrianus Adhi
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Personel Operasi Gabungan Sadar Pajak menempel stiker pengawasan di Hotel Padi Heritage yang menunggak pajak di Jalan Regulus, Tlogomas,Kota Malang, Senin (19/3/2018). 

SURYAMALANG.com, Malang - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang kembali menggelar Operasi Gabungan Sadar Pajak, Senin (19/3).

Operasi Gabungan ini melibatkan 50 personel yang terdiri petugas BP2D, Kepolisian, Kejaksaan, Bagian Hukum, Perijinan dan Denpom V Brawijaya. Mereka menyasar ke para wajib pajak yang belum menyelesaikan kewajibannya.

Dalam operasi ini, BP2D belum melakukan tindakan represif, sebatas memberikan imbauan agar para wajib pajak segera menyelesaikan tanggungjawabnya.

"Ini kan masih triwulan kesatu, jadi masih bersifat tindakan persuasif dengan memberi imbauan dulu sambil menunggu wajib pajak menyelesaikan kewajibannya sebelum jatuh tempo. Bila ada permasalahan tidak diselesaikan di lapangan tapi di kantor dan akan ditangani Tim Pemeriksa Pajak. Tapi khusus untuk komunikasi kami perbolehkan menyegel dengan memasang taxline atau patok peringatan bagi wajib pajak yang tidak bisa dihubungi atau tidak dapat ditemui di lapangan," ujar Kepala BP2D Ade Herwanto

"Kegiatan ini sebelumnya sudah kami usulkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) 2018 dan akan rutin digelar setiap tahun," tambahnya.

Jika setelah rentang waktu yang sudah ditentukan atau melebihi masa jatuh tempo para wajib pajak belum menyelesaikan kewajibannya, maka aparat penegak hukum akan bertindak.

Sekretaris BP2D Kota Malang, M Thoriq menjelaskan bahwa operasi ini dibagi dalam tiga kelompok dengan 13 titik sasaran meliputi PBB, hotel, resto, kos-kosan dan pajak reklame.

"Ada yang ke resto dan hotel dan ada juga yang menurunkan reklame. Jika kami menemukan wajib pajak yang bermasalah kami tempelkan stiker imbauan," jelasnya.

Karena itu, pihaknya berharap masyarakat Kota Malang selalu tertib membayar pajak agar turut membantu pembangunan untuk kemajuan Kota Malang.

"Kami selalu membuka komunikasi dengan wajib pajak yang mengalami masalah pembayaran sehingga mereka bisa menyelesaikan tanggungjawabnya sesuai ketentuan yang ada," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved