Breaking News:

Mojokerto

Bikin Was-was, Modus Ganjal Mesin ATM Kembali Terjadi di Mojokerto

#MOJOKERTO - Kasus kejahatan perbankan modus ganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kembali terjadi Mojokerto.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: yuli
mohammad romadoni
Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Suharyono ketika memeriksa mesin ATM Bank Mandiri di area Rumah Sakit Gatoel Kota Mojokerto. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Kasus kejahatan perbankan modus ganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kembali terjadi Mojokerto.

Kali ini menyasar mesin ATM Bank Mandiri di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Leonardus Simarmata menjelaskan modus kejahatan ganjal ini diduga pelaku secara sengaja memasang sebuah benda berbentuk lempengan plat di mesin ATM.

"Modus kejahatan ini diduga yakni menaruh alat di tempat keluarnya uang pada mesin ATM," tuturnya di Mapolres Mojokerto, Rabu (28/3/2018).

Leo mengatakan pihaknya menduga adapun cara kerja alat itu yakni untuk mengganjal uang agar tidak keluar sehingga berpotensi merugikan nasabah yang mengambil uang melalui mesin ATM.

"Tidak ada korban ini masih percobaan kejahatan," ungkapnya.

SKIMMING - Plat misterius di mesin ATM Bank Mandiri di area SBPU Sooko, Mojokerto.
SKIMMING - Plat misterius di mesin ATM Bank Mandiri di area SBPU Sooko, Mojokerto. (mohammad romadoni)

Hingga saat ini, pihaknya akan berkoordinasi bersama pihak Bank yang bersangkutan untuk menyelidiki kasus ini. Karena itulah, anggotanya bakal mengumpulkan bukti petunjuk berupa keterangan saksi yang ada di sekitar mesin ATM. Sekaligus, pihaknya bakal mencari dan mempelajari rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang berada di mesin ATM ataupun di sekitar lokasi kejadian.

"Kami akan mengungkap kasus ini," imbuhnya.

Ditambahkannya, pihaknya belum dapat mengamankan barang bukti karena ini masih dalam proses penyelidikan. Meski demikian, pihaknya akan terus menggali informasi untuk menguak kasus Perbankan ini.

"Kami menduga pelakunya tidak profesional. Namun lebih pastinya kami masih mendalami kasus ini," pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved